Ia mengatakan dinamika global saat ini memiliki dampak langsung terhadap kondisi ekonomi dalam negeri sehingga pemerintah perlu menjaga stabilitas fiskal secara hati-hati.
“Oleh karena itu, karena kondisi yang kita hadapi seperti ini, saya berpendapat bahwa Presiden Republik Indonesia harus hadir langsung menyampaikan pokok-pokok pikiran perekonomian dan pengelolaan negara,” imbuhnya.
Pernyataan tersebut sekaligus menegaskan sikap pemerintah yang ingin tetap menjaga optimisme ekonomi nasional meski menghadapi tekanan global.
Prabowo juga memastikan pemerintah tetap melanjutkan agenda pembangunan nasional melalui kebijakan fiskal yang sehat, terarah, dan tepat sasaran.
Beberapa sektor prioritas yang menjadi perhatian dalam RAPBN 2027 antara lain ketahanan pangan, pendidikan, layanan kesehatan, serta penguatan ekonomi kerakyatan.
Langkah itu dinilai penting untuk menjaga daya tahan ekonomi nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di tengah tantangan global yang terus berkembang.
Sidang paripurna tersebut turut dihadiri para pimpinan lembaga negara, menteri dan wakil menteri Kabinet Merah Putih, pimpinan partai politik, hingga tokoh organisasi kemasyarakatan nasional.













