Dalam kunjungannya ke museum, Presiden juga melihat langsung kamar Marsinah yang dipertahankan dalam kondisi asli sebagai bagian dari memorial perjuangan buruh.
Prabowo mengaku prihatin setelah melihat langsung jejak kehidupan Marsinah dan mengingat peristiwa yang menimpanya.
“Saya lihat perjuangan beliau dan saya prihatin dengan peristiwanya. Bahwa ada seorang, pimpinan, ada seorang pimpinan pengusaha yang punya pemikiran-pemikiran yang jahat demi keuntungan yang besar. Ini tidak sesuai dengan dasar berdirinya Republik kita,” cerita Presiden.
Presiden kemudian mengajak seluruh pelaku usaha membangun semangat “Indonesia Incorporated”, yakni pandangan bahwa seluruh rakyat memiliki hak atas kekayaan bangsa dan negara wajib memastikan hasil pembangunan dinikmati secara adil.
Ia menegaskan perjuangan menghadirkan keadilan sosial tidak boleh dikalahkan oleh kepentingan kelompok tertentu maupun praktik kolusi kekuasaan.
“Bukan sebaliknya. Bukan pemimpin, bukan pejabat, bukan mereka yang dipilih malah berkolusi untuk menghilangkan hak rakyat atas kekayaan seluruh Indonesia. Ini perjuangan kita bersama,” tuturnya.
“Jadi kita terbuka. Ayo, sama-sama. Ini perjuangan kita bersama dan ini lambangnya adalah Ibu Marsinah,” tandasnya.















