“Peran Kilang Cilacap sangat vital dalam menjaga ketersediaan energi nasional. Karena itu, kami terus membangun sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah, untuk memastikan operasional perusahaan berjalan sesuai ketentuan hukum,” ujar Hermawan.
Ia menambahkan, pendampingan hukum menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran operasional perusahaan sekaligus memperkuat implementasi prinsip tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance).
Sementara itu, Kepala Kejati Jawa Tengah Teguh Subroto mengapresiasi langkah Pertamina yang terus membangun komunikasi dan koordinasi dengan aparat penegak hukum. Menurutnya, sinergi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola perusahaan, khususnya pada objek vital nasional.
Teguh menegaskan Kejati Jawa Tengah siap memberikan dukungan sesuai kewenangannya, termasuk melalui layanan dan bantuan hukum, guna mendukung kelancaran operasional Kilang Cilacap yang memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan energi nasional.
Pertemuan juga diisi dengan pembahasan berbagai peluang kerja sama yang dapat dikembangkan ke depan. Melalui kolaborasi tersebut, Pertamina dan Kejati Jawa Tengah berharap dapat memperkuat kepatuhan terhadap aspek hukum, meningkatkan mitigasi risiko, serta menjaga keberlangsungan operasional Kilang Cilacap sebagai salah satu penopang utama pasokan energi nasional.















