“UMKM adalah bagian dari masyarakat kita, dan masyarakat yang tangguh dan mandiri tentu menjadi langkah awal mempersiapkan Indonesia emas di tahun 2045. Sehingga perlu kita kawal bersama oleh seluruh pihak,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Usaha Mikro Kabupaten Cilacap, Sismahwati, mengapresiasi langkah Pegadaian yang dinilai mampu memberikan wawasan baru bagi pelaku usaha kecil di daerah.
“Kami merasa senang bahwa PT Pegadaian memberikan pengetahuan yang tentunya akan membuat UMKM lebih mantap dalam mengembangkan bisnis dan lebih bijak mengelola keuangan,” ujarnya.
Kegiatan GENCARKAN tersebut dibuka langsung oleh Ketua OJK Purwokerto, Dinavia Tri Riandari. Program ini menjadi salah satu upaya pemerintah dan lembaga keuangan dalam mendorong target inklusi keuangan nasional mencapai 98 persen pada 2045.
Selain edukasi soal pengelolaan usaha, peserta juga mendapat pemahaman mengenai pentingnya investasi jangka panjang sebagai bagian dari perencanaan keuangan.
“Di Pegadaian kita punya banyak produk pilihan untuk berinvestasi yang dapat dengan mudah dilakukan. Sehingga UMKM tidak perlu khawatir, mulai aja dulu berinvestasi, lalu rasakan keuntungannya demi masa depan kelak,” pungkas Yuly.
Melalui program ini, Pegadaian berharap dapat terus memperkuat perannya sebagai lembaga keuangan nonbank yang tidak hanya fokus pada layanan pembiayaan, tetapi juga mampu memberikan dampak positif terhadap peningkatan literasi dan kesejahteraan ekonomi masyarakat.















