Menurutnya, operasi tersebut merupakan tindak lanjut dari banyaknya laporan masyarakat terkait aktivitas balap liar yang kerap muncul pada malam akhir pekan.
Ia menegaskan, polisi tidak hanya mengedepankan tindakan hukum, tetapi juga pendekatan persuasif kepada masyarakat, terutama kalangan remaja.
“Kami tidak hanya melakukan penindakan, tetapi juga pendekatan humanis melalui patroli dialogis untuk memberikan imbauan kepada masyarakat, khususnya para remaja,” ujarnya.
Polresta Banyumas berharap langkah preventif dan represif yang dilakukan secara rutin dapat menekan aksi balap liar sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas dengan aman dan tertib.
Selain itu, orang tua juga diminta ikut berperan mengawasi aktivitas anak-anak mereka, terutama saat malam hari, guna mencegah keterlibatan dalam aksi balap liar maupun pelanggaran lalu lintas lainnya.
“Balap liar bukan hanya melanggar hukum, tetapi juga membahayakan nyawa. Kami akan terus lakukan patroli rutin untuk memastikan wilayah Banyumas tetap aman,” pungkasnya.















