Ia berharap suasana yang aman dan terbuka tersebut terus dipertahankan agar UMP tetap menjadi tempat belajar yang nyaman bagi mahasiswa dari berbagai latar belakang.
Cerita tentang lingkungan kampus yang suportif juga disampaikan Anjelina Halawa atau Angel. Mahasiswa asal Sumatra Utara itu memilih UMP karena reputasi perguruan tinggi dan kualitas akademiknya.
“Kesan saya di UMP itu lingkungannya nyaman, teman-temannya suportif, dan juga memiliki toleransi yang tinggi. Saya sangat senang karena di sini saya mendapatkan teman-teman yang baik,” ujar Angel.
Angel berharap UMP terus meningkatkan prestasi sekaligus menghasilkan lulusan yang memiliki karakter kuat dan mampu bersaing di tingkat global.
Pengalaman menarik lainnya datang dari Aurell Chintya Purba dari Pekanbaru, Riau. Ia memilih D4 Teknologi Radiologi Pencitraan UMP setelah mendapat rekomendasi dari kakaknya.
Program studi tersebut menjadi salah satu pertimbangan karena telah meraih akreditasi unggul dan belum banyak tersedia di perguruan tinggi lain.
Saat pertama tiba di Purwokerto, Aurell mengaku terkesan dengan fasilitas dan bangunan kampus. Lebih dari itu, ia juga merasakan penerimaan yang baik meski dirinya merupakan mahasiswa Kristen di lingkungan kampus Muhammadiyah.
“Kesan di sini orangnya toleransinya tinggi. Saya kan dari latar belakang Kristen, di sini Muhammadiyah, jadi toleransinya tinggi banget. Kayak saya tetap ditemenin, diajak main juga, dicakapin duluan,” kenang Aurell.
Menurut Aurell, keberagaman justru membuat kehidupan kampus menjadi lebih berwarna. Ia menilai toleransi menjadi nilai penting yang harus terus dijaga karena mahasiswa datang dari berbagai suku dan agama.
“Paling utama itu toleransi sih nomor satu, karena kan kita berbeda-beda dari suku mana aja yang datang, dari beragam agama,” pungkasnya.
Kisah para mahasiswa tersebut memperlihatkan bahwa pilihan kuliah tidak selalu ditentukan oleh jarak dengan daerah asal. Program studi yang sesuai minat, reputasi akademik, fasilitas, hingga pengalaman hidup di lingkungan yang menghargai perbedaan turut menjadi pertimbangan.















