News  

Kunjungi SMA Negeri 1 Patikraja, Abdul Mu’ti Soroti Pembelajaran dan Revitalisasi Sekolah

Mendikdasmen Abdul Mu’ti saat mengunjungi SMA Negeri 1 Patikraja, Banyumas, untuk meninjau revitalisasi sekolah dan mendorong pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar. Foto: Kemendikdasmen
banner 120x600

Pada 2026, sebanyak 5.443 sekolah telah menandatangani perjanjian kerja sama (PKS) dengan nilai Rp4,169 triliun. Hingga data yang tersedia, dana telah disalurkan kepada 4.597 sekolah dengan total Rp2,434 triliun. Program tersebut tercatat menyerap 62.609 tenaga kerja.

Sementara di Kabupaten Banyumas, revitalisasi pada 2025 mencakup 30 sekolah dengan anggaran Rp29,786 miliar dan menyerap 499 tenaga kerja.

Untuk 2026, sebanyak 176 sekolah telah menandatangani PKS senilai Rp114,875 miliar. Penyaluran dana telah menjangkau 156 sekolah dengan total Rp69,387 miliar, dengan serapan tenaga kerja mencapai 1.996 orang.

Selain membahas lingkungan belajar dan revitalisasi sekolah, Abdul Mu’ti mengingatkan murid agar mempersiapkan diri menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA). Ia menekankan tiga hal yang perlu diperhatikan, yakni penguasaan materi, strategi mengerjakan soal, dan kesiapan mental.

“Pertama, kuasai materi. Kedua, siapkan strategi. Ketiga, persiapkan mental. Ketiga itu adalah kuncinya,” ujar Mendikdasmen.

Ia menjelaskan, ketiga aspek tersebut saling berkaitan. Penguasaan materi saja tidak cukup jika murid keliru memilih strategi atau kehilangan ketenangan saat menghadapi soal.

“Materi dikuasai tetapi jika strateginya salah, kalian tidak bisa menguasai materinya dengan baik. Tapi strateginya oke, mentalnya down, lihat soal sudah stres dulu, tidak ada hasilnya. Makanya kita membuat moto jujur dan gembira,” ujarnya.

Abdul Mu’ti juga meminta murid tidak langsung berkecil hati ketika menemui soal dengan bacaan panjang. Ia menjelaskan, soal TKA disusun dengan mengacu pada standar PISA (Programme for International Student Assessment).

Di akhir pesannya, ia menegaskan bahwa pendidikan berperan penting dalam menyiapkan masa depan sekaligus mendorong murid agar dapat memberikan kontribusi lebih luas bagi masyarakat.

“Jangan percaya kalau ada orang bilang tidak usah sekolah penting-penting, yang penting pintar. Tidak ada orang pintar tanpa sekolah. Sekolah itu intinya membuat kita sukses. Pendidikan juga bisa membuat kita melakukan lebih baik dan lebih banyak bagi orang lain dan bangsa,” pesan Mendikdasmen Abdul Mu’ti.

Related Images:

Follow WhatsApp Channel My Info untuk update berita terkini setiap hari! Follow