“Karena itu, kami mengimbau seluruh insan pers maupun masyarakat untuk mematuhi batas aman dan arahan otoritas terkait, tidak mendekati kawasan berbahaya, serta memperhatikan perkembangan cuaca, kondisi laut, dan aktivitas vulkanik sebelum melakukan kegiatan di lapangan,” imbau Meutya.
Menurut dia, informasi mengenai kondisi wilayah juga perlu diperhatikan sebelum melakukan perjalanan menuju kawasan yang memiliki potensi bahaya.
Di tengah proses pencarian, pemerintah juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai maupun menyebarkan informasi yang belum terkonfirmasi.
Meutya meminta masyarakat mengandalkan informasi dari sumber resmi seperti Basarnas, BNPB, BMKG, pemerintah daerah, dan otoritas terkait lainnya.
“Kami mendorong masyarakat untuk memperoleh dan menyebarluaskan informasi yang berasal dari sumber resmi dan terverifikasi, antara lain Basarnas, BNPB, BMKG, pemerintah daerah, serta otoritas terkait lain,” terangnya.
Kemkomdigi secara khusus mengingatkan agar masyarakat tidak menyebarkan kabar mengenai kondisi korban, dugaan lokasi kapal, maupun perkembangan operasi SAR sebelum ada kepastian dari pihak berwenang.
“Kemudian, tidak membuat atau menyebarkan spekulasi, konten yang menyesatkan, hoaks, maupun informasi yang dapat menimbulkan kepanikan dan keresahan di tengah masyarakat,” tambah Meutya.
Peringatan tersebut dinilai penting karena informasi yang tidak terverifikasi dapat mengganggu konsentrasi tim di lapangan sekaligus menambah beban keluarga yang masih menunggu kabar.
Kemkomdigi memastikan pemantauan informasi terkait kejadian tersebut terus dilakukan. Pemerintah juga akan berkoordinasi dengan kementerian, lembaga, serta pihak lain yang terlibat dalam penanganan.
“Kemkomdigi akan terus memantau perkembangan informasi di ruang digital dan berkoordinasi dengan kementerian/lembaga serta pihak terkait,” sebut Meutya.
Informasi resmi mengenai perkembangan pencarian akan disampaikan melalui kanal pemerintah. Masyarakat diminta menjaga ruang informasi tetap tenang dan tidak ikut menyebarkan kabar yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
“Yang paling utama saat ini adalah mendoakan keselamatan seluruh rekan jurnalis dan awak kapal, serta mendukung upaya pencarian agar mereka dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat,” pungkasnya.
Hingga Rabu (9/9/2026), jurnalis hilang di Selat Sunda tersebut masih dalam pencarian tim SAR gabungan. Penguatan komunikasi menjadi salah satu dukungan yang diberikan pemerintah sembari operasi pencarian terus berlangsung.














