Ia mengatakan saat ini ibadah haji baru memasuki 1 Zulhijah 1447 Hijriah, sementara puncak pelaksanaan haji berupa wukuf di Arafah baru akan berlangsung pada 9 Zulhijah. Karena itu, kesehatan fisik menjadi perhatian utama para petugas dan pembimbing ibadah.
Sementara itu, Petugas Haji, Hary Purwanto, menjelaskan jemaah yang mengikuti rangkaian Tarwiyah dijadwalkan diberangkatkan menuju Mina pada 7 Zulhijah. Sedangkan jemaah yang tidak mengikuti Tarwiyah akan berangkat pada 8 Zulhijah.
Di Mina, para jemaah nantinya melaksanakan mabit atau bermalam sebelum menjalani wukuf di Arafah.
Hary juga mengingatkan jemaah kategori risiko tinggi (risti) agar menyesuaikan aktivitas ibadah dengan kondisi kesehatan masing-masing, terutama saat beribadah di Masjidil Haram yang memiliki aktivitas cukup padat.
Selain itu, ia meminta seluruh jemaah untuk tidak bepergian sendirian dan selalu membawa kartu Nusuk selama berada di Arab Saudi.
“Pada pelaksanaan haji tahun ini terdapat petugas Linjam (Perlindungan Jemaah) yang berjaga di pos-pos tertentu untuk membantu jemaah yang mengalami kebingungan arah atau membutuhkan bantuan,” pungkasnya.















