News  

Jelang Haji 2026, Wamenhaj Tekankan Mental Petugas: Ini Misi Suci, Bukan Sekadar Tugas

Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak menegaskan pentingnya kesiapan mental dan spiritual bagi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH). Foto: Kemenhaj

Dahnil menegaskan, tanggung jawab besar melekat pada setiap petugas karena mereka membawa harapan jutaan masyarakat Indonesia.

“Banyak harapan yang dititipkan kepada kita. PPIH adalah ujung tombak kesuksesan. Jemaah kita adalah mereka yang telah memenuhi istithaah, yang berjuang dan berani mengupayakan diri agar bisa berhaji. Semangat spiritual jemaah Indonesia sangat luar biasa, dan itu adalah amanah yang harus kita jaga,” lanjutnya.

Wamenhaj juga menyoroti beragamnya latar belakang jemaah haji Indonesia, baik dari sisi usia, pendidikan, maupun pekerjaan. Kondisi ini menuntut pelayanan yang adaptif dan penuh empati.

“Profil jemaah kita beragam. Karena itu, mari tunaikan layanan semaksimal mungkin kepada seluruh jemaah, tanpa membedakan latar belakang. Pastikan pelayanan kita sukses, sehingga penyelenggaraan haji tahun ini menjadi sejarah baru bagi Indonesia, dan kita menjadi bagian di dalamnya,” katanya.

Berdasarkan data Pusdatin Kementerian Haji per 15 April 2026, mayoritas jemaah berasal dari kalangan ibu rumah tangga, diikuti pegawai swasta, PNS, dan petani. Dari sisi pendidikan, didominasi lulusan SD, SMA/SMK, hingga sarjana.

Sementara itu, dari segi usia, kelompok 41–64 tahun mendominasi, disusul jemaah lanjut usia di atas 65 tahun yang jumlahnya mencapai puluhan ribu. Fakta ini mempertegas pentingnya pelayanan yang inklusif, terutama bagi jemaah lansia.

Menutup arahannya, Dahnil menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas yang akan bertugas di Tanah Suci.

“Terima kasih atas dharma bhakti saudara-saudara semua. Semoga Allah meridhai setiap langkah pengabdian kita,” pungkasnya.

Related Images:

Follow WhatsApp Channel My Info untuk update berita terkini setiap hari! Follow