News  

IOAA 2026: Murid SMA Negeri 1 Purwokerto Raih Medali Perunggu di Hanoi

Yugo Deandra Wirayudha dari SMA Negeri 1 Purwokerto meraih medali perunggu pada IOAA 2026 di Hanoi. Foto: Kemendikdasmen
banner 120x600

Muhammad Zhafif menjadi salah satu murid yang merasakan langsung panjangnya proses tersebut. Ia menilai kesempatan mengikuti OSN hingga berkompetisi di tingkat internasional memberikan pengalaman yang lebih luas dari sekadar kemampuan akademik.

“Ajang tersebut merupakan pengalaman yang sangat berharga bagi saya. Selain berkompetisi, kami membangun jejaring dengan murid dari seluruh dunia,” ungkap Zhafif.

Menurut Zhafif, perjalanan tersebut juga ikut membentuk karakter dirinya.

“Prestasi di OSN tentunya merupakan sebuah privilege. Perjalanan panjang yang saya lalui, mulai dari mengikuti OSN hingga meraih prestasi di ajang internasional, tidak hanya memberikan banyak ilmu dan pengalaman, tetapi juga sangat membantu dalam membentuk karakter saya,” tambah Zhafif.

Orang tua Zhafif, Muhammad Joni, turut mengungkapkan rasa syukur atas capaian putranya.

“Alhamdulillah, kami sebagai orang tua sangat bersyukur atas prestasi yang diraih Zhafif di ajang IOAA. Kami mengucapkan terima kasih kepada Kemendikdasmen dan Puspresnas yang telah memberikan pembinaan dan pendampingan kepada Zhafif hingga dapat meraih prestasi di tingkat internasional,” ucap Muhammad Joni.

Kepala Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kemendikdasmen Maria Veronica Irene Herdjiono mengapresiasi capaian delegasi Indonesia. Menurutnya, prestasi internasional merupakan bagian dari proses panjang dalam mengembangkan potensi murid.

“Capaian ini menjadi bukti bahwa talenta muda Indonesia memiliki potensi untuk bersaing di tingkat dunia. Kemendikdasmen terus memperkuat pembinaan talenta secara berkelanjutan agar potensi tersebut dapat berkembang, berprestasi, dan pada saatnya memberikan kontribusi bagi kemajuan Indonesia,” jelas Kepala Puspresnas, Kemendikdasmen, Maria Veronica Irene Herdjiono, Senin (5/10).

IOAA 2026 digelar di Hanoi dengan pusat kegiatan akademik di Phenikaa University. Kompetisi astronomi dan astrofisika untuk murid pendidikan menengah tersebut diikuti 320 peserta dari 66 negara.

Bagi Kemendikdasmen, capaian tersebut menjadi bagian dari penguatan ekosistem Manajemen Talenta Murid. Prestasi di kompetisi internasional tidak hanya dipandang sebagai hasil akhir, tetapi juga bagian dari proses pembentukan kompetensi, karakter, pengalaman, dan kontribusi murid bagi masyarakat.

Related Images:

Follow WhatsApp Channel My Info untuk update berita terkini setiap hari! Follow