Kondisi tersebut menegaskan pentingnya intervensi sejak dini, bahkan sebelum kehamilan terjadi.
Bupati Sadewo Tri Lastiono menegaskan bahwa persoalan kesehatan ibu dan bayi masih menjadi prioritas pembangunan daerah.
“Yang perlu menjadi perhatian kita bersama, lebih dari 90 persen kasus kematian ibu sebenarnya bisa dicegah. Artinya, masih ada ruang yang sangat besar untuk kita perbaiki, terutama lewat deteksi dini dan persiapan sejak sebelum kehamilan,” tegasnya.
Ia menambahkan, pendekatan dari hulu ke hilir terus diperkuat, termasuk melalui program RAOS yang menyasar perempuan usia subur hingga calon pengantin.
“Melalui pendekatan ini, kita ingin memastikan bahwa setiap kehamilan benar-benar direncanakan, dipersiapkan, dan dijaga dengan baik,” tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut, pemerintah juga mengingatkan pentingnya pemeriksaan kehamilan minimal enam kali serta peran keluarga, terutama suami, dalam mendampingi ibu hamil.
“Karena menjaga kesehatan ibu hamil bukan hanya tanggung jawab tenaga kesehatan saja. Tapi tanggung jawab bersama, baik itu suami, keluarga, masyarakat, dan pemerintah,” ujar Sadewo Tri Lastiono.
GURIH MASS tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga diisi dengan berbagai kegiatan edukatif dan layanan langsung, seperti senam ibu hamil, edukasi dan talkshow kesehatan ibu, booth layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan RAOS, serta deklarasi komitmen masyarakat peduli ibu hamil sehat.













