Dengan dibukanya lima bandara alternatif selama 24 jam, maskapai memiliki pilihan untuk mengatur ulang titik keberangkatan maupun pendaratan pesawat tanpa harus menunggu bandara terdampak kembali beroperasi.
Pemerintah juga menyiapkan transportasi darat bagi penumpang yang penerbangannya dialihkan dari Bandara Soekarno-Hatta. Kementerian Perhubungan berkoordinasi dengan InJourney Airports untuk menyediakan layanan kereta api dan bus tanpa biaya.
Fasilitas tersebut ditujukan untuk membantu penumpang berpindah dari bandara terdampak menuju lokasi keberangkatan alternatif.
Dengan skema ini, penumpang yang terdampak tidak hanya mendapatkan pilihan bandara pengganti, tetapi juga dukungan transportasi untuk melanjutkan perjalanan.
Kementerian Perhubungan menyerahkan keputusan perubahan perjalanan kepada masing-masing penumpang. Mereka dapat mengikuti pengalihan penerbangan melalui bandara alternatif atau memilih membatalkan perjalanan sesuai ketentuan maskapai.
“Tergantung kepada masyarakat apakah masih ingin melakukan perjalanan dengan memindah perjalanannya ke bandara-bandara alternatif tersebut atau mereka membatalkan perjalanannya,” kata Dudy Purwagandhi.
Informasi mengenai perubahan jadwal, lokasi keberangkatan, maupun pilihan transportasi akan disampaikan maskapai kepada penumpang melalui saluran resmi.















