“Prosesnya kan kita pengambilan sampel, kita tidak langsung menyatakan apa bagaimana, nanti mungkin nunggu hasil lab, tapi sementara mungkin nanti ada kabar lagi nanti sore,” ujarnya.
Sutrimo diketahui telah dimakamkan lebih dari 10 hari sebelum proses ekshumasi dilakukan. Kondisi tersebut membuat proses pembusukan jenazah menjadi salah satu faktor yang harus diperhitungkan tim forensik.
Hastry mengakui proses pembusukan secara alami pasti telah berlangsung. Namun, kondisi lingkungan makam yang relatif kering diharapkan dapat membantu tim mendapatkan informasi yang masih diperlukan.
“Memang proses pembusukan pasti sudah terjadi karena sudah lebih dari 10 hari dari tanggal 23 Juli ya. Tapi kita berharap kita mendapatkan karena keadaan lingkungannya yang kering dan bagus,” katanya.
Ketika ditanya apakah kondisi tersebut masih memungkinkan tim mendeteksi indikasi kematian yang tidak wajar, Hastry meminta publik menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.
“Makanya kita tunggu nanti hasil lab-nya,” ujarnya.
Ia memastikan pemeriksaan internal jenazah akan dilakukan secara menyeluruh.
“Pemeriksaan dalam itu lengkap. Seluruh organ kita periksa nanti,” tegas Hastry.















