News  

Cegah Stunting di Banyumas Dimulai Sebelum Menikah, Wabup Soroti Peran Keluarga

Cegah stunting di Banyumas didorong sejak masa remaja. Wabup Dwi Asih Lintarti menekankan peran keluarga dan Gerakan ABCDE untuk mencegah stunting. Foto: Pemkab Banyumas
banner 120x600

Lintarti menjelaskan, perhatian terhadap pencegahan stunting perlu diberikan sejak masa remaja, terutama bagi remaja putri.

Salah satu langkah yang ditekankan adalah kepatuhan mengonsumsi tablet tambah darah. Upaya tersebut menjadi bagian dari persiapan kesehatan calon ibu sebelum memasuki masa kehamilan.

Ketika sudah hamil, pemeriksaan kehamilan secara rutin juga perlu dilakukan. Ibu hamil harus memperoleh pendampingan dan memastikan kebutuhan gizi terpenuhi, termasuk melalui konsumsi protein hewani.

Setelah anak lahir, perhatian terhadap tumbuh kembang tetap harus dilanjutkan. Lintarti mengingatkan pentingnya membawa anak ke posyandu setiap bulan dan memberikan ASI eksklusif selama enam bulan.

“Langkah-langkah sederhana inilah yang akan menentukan kualitas generasi kita di masa depan,” ucapnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas dr. Dani Esti Novia mengatakan kegiatan tersebut diikuti 134 peserta. Selain menjadi forum edukasi, kegiatan itu ditujukan untuk memperkuat komitmen berbagai pihak dalam mempercepat pencegahan dan penurunan stunting.

Menurut Dani, salah satu pesan utama yang disampaikan kepada masyarakat adalah Gerakan ABCDE pencegahan stunting.

Gerakan tersebut terdiri dari lima langkah yang mudah diingat, yakni:

  • A: Aktif minum Tablet Tambah Darah
  • B: Bumil teratur memeriksakan kehamilan minimal enam kali
  • C: Cukupi konsumsi protein hewani
  • D: Datang ke Posyandu setiap bulan
  • E: Eksklusif ASI selama enam bulan

Dani berharap ABCDE tidak berhenti sebagai slogan, tetapi benar-benar diterapkan dalam kehidupan sehari-hari oleh keluarga di Banyumas.

Dinas Kesehatan Banyumas juga mendorong penguatan kolaborasi lintas sektor. Pemerintah, tenaga kesehatan, dunia pendidikan, organisasi masyarakat, dunia usaha, media, hingga keluarga dinilai memiliki peran masing-masing dalam upaya mencegah stunting.

Dalam kegiatan tersebut juga digelar talkshow mengenai pemberian makanan yang tepat bagi bayi dan anak. Edukasi ini diharapkan membantu keluarga memahami kebutuhan nutrisi anak sejak masa awal kehidupan.

Dani menegaskan, gerakan pencegahan stunting tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial. Komitmen yang dibangun harus diterjemahkan menjadi intervensi berkelanjutan, baik melalui intervensi spesifik maupun intervensi sensitif.

“Utamanya keluarga, karena keluarga sangat berperan penting untuk tumbuh kembang anak. Karena keluargalah yang tau betul bagaimana kondisi anak,” pungkasnya.

Related Images:

Follow WhatsApp Channel My Info untuk update berita terkini setiap hari! Follow