Terkait jumlah korban, Sadewo mengaku belum menerima data final. Namun, ia memastikan terdapat korban yang mengalami patah tulang.
“Jumlah korbannya belum-belum. Mungkin lebih dari satu yang patah tulang. Saya belum cek,” ucapnya.
Saat ditanya mengenai total korban, ia menyebut jumlahnya diperkirakan sekitar belasan orang.
“Kalau sepuluh (korban) ya ada, tapi kalau puluhan yang enggak,” jelasnya.
Mengenai tanggung jawab atas insiden tersebut, Sadewo menegaskan bahwa penyelenggara atau event organizer (IO) bersama panitia menjadi pihak yang bertanggung jawab. Namun, Pemerintah Kabupaten Banyumas juga akan turut memberikan perhatian terhadap penanganan korban.
“Ya tentunya IO ya, IO dan Panitia, tapi Pemda pun akan akan ikut bertanggungjawab. Meskipun pemda hanya sebagai ketempatannya,” ungkapnya.
Hingga kini, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab robohnya tribun penonton. Sementara itu, proses pendataan korban dan evaluasi penyelenggaraan acara juga masih terus berlangsung.













