Dalam amanat Menteri Agama yang dibacakannya, Sadewo menyampaikan bahwa Hari Santri bukan sekadar peringatan untuk mengenang perjuangan ulama dan santri dalam merebut serta mempertahankan kemerdekaan. Momentum ini juga menjadi pengingat agar semangat perjuangan diteruskan melalui karya dan pengabdian nyata.
“Santri saat ini memiliki tanggung jawab untuk ikut membangun masa depan Indonesia melalui penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, inovasi, serta penguatan akhlak mulia. Santri juga didorong untuk tidak membatasi diri dalam berkarya dan mengambil peran di berbagai bidang, mulai dari pendidikan, ilmu pengetahuan, kewirausahaan, hingga kepemimpinannya,” ujarnya.
Amanat tersebut menekankan tiga fungsi utama pesantren dalam pembangunan nasional, yakni pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat.
Melalui ketiga fungsi itu, pesantren diharapkan mampu melahirkan generasi yang berilmu dan berakhlak mulia sekaligus mendorong kemandirian serta kesejahteraan masyarakat.
Peringatan Hari Santri Nasional 2026 mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”. Tema ini menjadi pengingat pentingnya peran santri dalam menghadapi tantangan zaman, termasuk melalui penguasaan ilmu pengetahuan, inovasi, kewirausahaan, dan kepemimpinan.
Pemkab Banyumas berharap dukungan terhadap madrasah, santri, kelompok usaha, guru ngaji, dan marbot dapat memperkuat kualitas sumber daya manusia sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Semangat keilmuan, akhlak, persatuan, dan kemandirian diharapkan terus tumbuh agar santri dan pesantren dapat memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Banyumas dan Indonesia.















