News  

Anggota Parlemen Malaysia Kalam Salan Tegur Prabowo Pakai Bahasa Jawa soal Kabut Asap

Anggota parlemen Malaysia Kalam Salan menyampaikan pesan berbahasa Jawa kepada Presiden Prabowo Subianto saat membahas persoalan kabut asap lintas batas di Dewan Rakyat Malaysia. Foto: YouTube/ Parlemen Malaysia
banner 120x600

Ia menjelaskan, terganggunya aktivitas kerja dapat mengurangi pendapatan para pekerja, termasuk kemampuan mereka mengirimkan uang kepada keluarga di Indonesia.

“Ora bisa kerja, ora oleh duit. Urip arep terus piye? Arep ngirim duit kanggo anak bojo neng Indonesia (Tidak bisa kerja, tidak bisa dapat uang. Lalu mau bagaimana? Mau mengirim uang untuk anak istri di Indonesia).”

Kalam juga mengkritik sikap yang menjadikan persoalan kabut asap sebagai bahan candaan, termasuk pernyataan bahwa Indonesia telah mengirimkan oksigen ke Malaysia.

“Mula, aja malah iki digawe guyonan, digawe lucu-lucuan, ngomong nek Indonesia wis ngirim oksigen neng Malaysia (Tolong jangan dibuat bercandaan, dibuat lelucon, bilang bahwa Indonesia duah mengirim oksigen ke Malaysia).”

Ia mempertanyakan anggapan tersebut dengan menyinggung keberadaan hutan di Malaysia yang juga menghasilkan oksigen.

“Alas Malaysia kuwi apa, mung pokok plastik? Ora bisa ngasilake oksigen? (Memangnya hutan Malaysia itu apa, apakah dari plastik? Tidak bisa menghasilkan oksigen?)”

Dalam bagian akhir pidatonya, Kalam meminta Prabowo segera mengambil langkah konkret untuk menghentikan kebakaran hutan dan mencegah kabut asap kembali mengganggu masyarakat kedua negara.

“Pak Prabowo, tulung masalah iki enggal ditangani. Kobongan alas kudu dipateni. Aja meneh-meneh saben taun Malaysia lan Indonesia padha nandhang susah merga asap (Pak Prabowo, tolong masalah ini segera ditangani. Kebakaran hutan harus dipadamkan. Jangan lagi-lagi setiap tahun Malaysia lan Indonesia menderita karena asap).”

Ia berharap masyarakat Indonesia dan Malaysia dapat menikmati udara bersih serta lingkungan yang sehat.

“Kita kabeh pengin langit padhang gumebyar, udarane resik, ambegane lega, lan uripe sehat saklawase (Kita semua ingin langit cerah, udara bersih, napasnya lega, dan hidup sehat selamanya).”

Kalam menutup pesannya dengan ucapan terima kasih kepada Presiden Indonesia.

“Kula matur nuwun, Bapak Presiden (Saya mengucapkan terima kasih, Bapak Presiden).”

Selain mendesak Indonesia menangani karhutla, Kalam meminta pemerintah Malaysia memanfaatkan jalur diplomatik untuk mengajak Filipina, selaku Ketua ASEAN 2026, memimpin upaya bersama mengatasi pencemaran asap lintas batas.

Ia mengusulkan penguatan penegakan hukum antarnegara, pengembangan sistem peringatan dini berbasis pemantauan satelit, serta pembentukan tim tanggap darurat regional.

Kalam juga mendorong penerapan Perjanjian ASEAN tentang Pencemaran Asap Lintas Batas secara lebih efektif, termasuk memperkuat mekanisme pertanggungjawaban terhadap pihak yang terbukti menyebabkan kebakaran.

Desakan para anggota parlemen tersebut kembali menyoroti perlunya koordinasi Indonesia dan negara-negara ASEAN untuk mencegah kebakaran hutan, memperkuat penegakan hukum, serta melindungi masyarakat dari dampak pencemaran udara yang berulang.

Related Images:

Follow WhatsApp Channel My Info untuk update berita terkini setiap hari! Follow