BANYUMAS, MyInfo.ID – Kabar rusaknya alam di Gunung Slamet akibat penambangan yang dinilai ilegal, membuat netizen ramai-ramai menyerbu google maps. Dalam google maps tersebut, warganet pun menandai lokasi penambangan dengan berbagai sebutan.
Sebutan dalam google maps tersebut antara lain: PT Wong Pe***, PT Pejabat Gob**k Tol**, Tambang Temb*l*k, Perusak Lingkungan, Kandang Siluman Celeng, PT Perusak Alam Indonesia, dan masih banyak lagi.
Seperti diketahui, lokasi penambangan yang dimaksud oleh warganet merupakan bekas lokasi eksplorasi gas bumi atau proyek PLTPB Baturraden yang kini telah berhenti dan ditinggalkan begitu saja tanpa upaya konservasi ulang. Jika dilihat melalui peta, lokasi tersebut berada di lereng selatan Gunung Slamet atau berada di wilayah Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas.
Jejak kerusakan akibat bekas proyek PLTPB Baturraden tersebut pun masih terlihat hingga saat ini. Ditambah adanya aktivitas diduga penambangan di area bekas PLTPB Baturraden, hal tersebut terpantau dari citra google maps data terbaru 2025, di mana terdapat sejumlah alat berat dan truk yang berada di sekitar lokasi.
Selain menandai, warganet juga meninggalkan ulasan di google maps tentang keresahan rusaknya kawasan hutan di lereng selatan Gunung SLamet ini akibat aktivitas penambangan.
“Meh dadi sumatra part 2? Koh kene blabas, curug, terus pemukiman? (mau jadi sumatra part 2? di sini bablas curug langsung pemukiman),” kata yusr***.
“Sebelum teejadi bencana seperti Sumatra. Bagaimana dengan pemerintah daerahnya?,” tulis Cah**o.
“Manusia serakah memang tidak akan ada puasnya, apapun akan dilakukan termasuk merusak lingkungan yg penting bisa dpt cuan byk tp tdk pernah sedikit pun berfikir efek jangka panjangnya sprti kerusakan lingkungan(longsor, banjir dll) yg sdh sngt jelas merugikan alam dn masyarakat sekitar,” tulis Ytta T**













