PURWOKERTO, MyInfo.ID – Pemkab Banyumas mengembangkan mekanisme digital berbasis marketplace untuk memperluas bantuan renovasi rumah tidak layak huni (RTLH). Inovasi ini ditawarkan kepada pemerintah pusat dan perusahaan swasta sebagai upaya mempercepat pengentasan kemiskinan melalui program Trilas.
Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono memaparkan sistem tersebut saat bertemu Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait di Jakarta Pusat, Rabu (14/10/2026). Pertemuan itu turut dihadiri Kepala BPS Amalia Adininggar serta perwakilan Djarum Group dan PT Astra International Tbk.
Melalui sistem ini, calon donatur dapat memilih rumah yang akan direnovasi berdasarkan data terintegrasi, lokasi, dan dokumentasi lapangan. Rumah yang selesai diperbaiki nantinya diberi tanda sebagai penanda penyelesaian bantuan sekaligus apresiasi bagi pihak yang berkontribusi.
“Dengan sistem ini, pemberi bantuan dapat melihat data faktual, lokasi hingga dokumentasi lapangan secara real time,” kata Sadewo dalam keterangannya, Kamis (15/10/2026).
Pemkab Banyumas berharap mekanisme tersebut meningkatkan transparansi sekaligus memudahkan masyarakat dan dunia usaha menyalurkan bantuan. Sistem itu juga diarahkan untuk menarik lebih banyak dana tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR) bagi penanganan RTLH.
“Kalau ada program CSR, mekanisme tersebut dapat menjadi lebih menarik dan transparan bagi donatur atau pemberi bantuan,” ujarnya.
Menteri PKP Maruarar Sirait mengapresiasi inovasi tersebut dan berharap mekanismenya bisa menjadi referensi bagi daerah lain dalam melibatkan masyarakat serta sektor swasta untuk mengatasi persoalan rumah tidak layak huni.















