News  

Gempa M5,4 Guncang Cilacap, 21 Perjalanan KA di Daop 5 Purwokerto Sempat Berhenti

Kereta Api di Stasiun Purwokerto. Foto: Daop 5 Purwokerto
banner 120x600

PURWOKERTO, MyInfo.ID – KAI Daop 5 Purwokerto sempat menghentikan sementara 21 perjalanan kereta api menyusul gempa magnitudo 5,4 yang mengguncang wilayah Cilacap dan sekitarnya, Jumat (4/9/2026).

Penghentian dilakukan sekitar pukul 12.05 WIB sebagai langkah antisipasi keselamatan. Setelah petugas memastikan kondisi jalur dan fasilitas perkeretaapian aman, seluruh perjalanan kembali dilanjutkan.

Manager Humas KAI Daop 5 Purwokerto, M. As’ad Habibuddin, mengatakan keselamatan menjadi pertimbangan utama ketika terjadi gempa.

“Sebagai langkah antisipasi, sebanyak 21 perjalanan kereta api di wilayah Daop 5 Purwokerto sempat dilakukan Berhenti Luar Biasa (BLB). Tindakan tersebut merupakan prosedur keselamatan untuk memastikan perjalanan KA tetap aman,” ujar As’ad.

Saat kereta berhenti, petugas langsung melakukan pemeriksaan terhadap prasarana di sejumlah lintasan yang terdampak guncangan.

Pengecekan meliputi kondisi rel, jembatan, terowongan, hingga fasilitas pendukung operasional. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan tidak ada kerusakan yang dapat membahayakan perjalanan.

“Dari hasil pemeriksaan, seluruh prasarana perkeretaapian di wilayah Daop 5 Purwokerto dinyatakan aman dan tidak ditemukan kerusakan akibat gempa. Setelah seluruh lintas dipastikan aman dan laik dilalui, perjalanan kereta api kembali dilanjutkan,” jelasnya.

Dengan hasil pemeriksaan tersebut, perjalanan kereta api di wilayah Daop 5 Purwokerto kembali berjalan normal.

Sebanyak 21 perjalanan KA terdampak pemberhentian sementara. Durasi BLB berbeda-beda, mulai dari 12 hingga 66 menit.

Berikut daftar perjalanan yang sempat mengalami BLB:

  1. KA 110 Fajar Utama Yogya (Pasarsenen–Yogyakarta): 35 menit
  2. KA 106 Gajahwong (Pasarsenen–Lempuyangan): 31 menit
  3. KA 16 Argo Dwipangga (Gambir–Solobalapan): 13 menit
  4. KA 46 Taksaka (Gambir–Yogyakarta): 27 menit
  5. KA 188 Joglosemarkerto: 36 menit
  6. KA 10C Argo Wilis (Bandung–Surabaya Gubeng): 40 menit
  7. KA 114C Sawunggalih (Pasarsenen–Kutoarjo): 38 menit
  8. KA 78D Lodaya (Bandung–Solo Balapan): 39 menit
  9. KA 6 Argo Semeru (Gambir–Surabaya Gubeng): 29 menit
  10. KA 89 Gaya Baru Malam Selatan (Surabaya Gubeng–Pasarsenen): 36 menit
  11. KA 69 Malabar (Malang–Bandung): 36 menit
  12. KA 291 Kutojaya Selatan (Kutoarjo–Kiaracondong): 66 menit
  13. KA 51F Purwojaya (Gambir–Cilacap): 12 menit
  14. KA 275B Pasundan (Surabaya Gubeng–Kiaracondong): 29 menit
  15. KA 8005 Angkutan Barang: 39 menit
  16. KA 143B Madiun Jaya (Madiun–Pasarsenen): 38 menit
  17. KA 2623 Angkutan Barang: 54 menit
  18. KA 75B Mataram (Solo Balapan–Pasarsenen): 41 menit
  19. KA 201 Joglosemarkerto: 31 menit
  20. KA 61B Manahan (Solo Balapan–Gambir): 40 menit
  21. KA 161 Bangunkarta (Jombang–Pasarsenen): 33 menit

Pemberhentian sementara tersebut berdampak pada waktu perjalanan sebagian pelanggan. KAI menyampaikan permohonan maaf sekaligus mengapresiasi kesabaran penumpang selama proses pemeriksaan berlangsung.

“KAI Daop 5 Purwokerto menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan akibat pemberhentian sementara tersebut. Kami juga menyampaikan terima kasih atas kesabaran dan pengertian pelanggan selama proses pemeriksaan berlangsung,” kata As’ad.

KAI Daop 5 Purwokerto memastikan aspek keselamatan tetap menjadi prioritas dalam operasional kereta api. Pemeriksaan terhadap prasarana juga terus dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk melindungi penumpang, awak kereta, serta memastikan perjalanan tetap berjalan aman

Related Images:

Follow WhatsApp Channel My Info untuk update berita terkini setiap hari! Follow