News  

UMP Kembangkan Tabung Pembakaran Sampah dari Oli Bekas, Dilengkapi QR Code

Tim UMP memperkenalkan tabung pembakaran sampah dari oli bekas berbasis digital kepada masyarakat di Purbalingga Lor. Foto: UMP
banner 120x600

PURBALINGGA, MyInfo.ID – Persoalan sampah di lingkungan masyarakat mendorong Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) menghadirkan inovasi teknologi tepat guna. Kali ini, tim UMP mengembangkan tabung pembakaran sampah berbahan oli bekas yang dipadukan dengan sistem digital.

Teknologi tersebut diperkenalkan melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Rumah Creatif, Purbalingga Lor, Kabupaten Purbalingga, Rabu (19/8/2026).

Program bertajuk “Pemberdayaan Masyarakat melalui Produk Rekayasa Keteknikan Berbasis Digital dalam Pengelolaan Sampah Ramah Lingkungan Menggunakan Tabung Pembakaran dari Oli Bekas” itu tidak hanya berfokus pada pembuatan alat.

Masyarakat juga mendapatkan pelatihan mengenai cara pengoperasian, perawatan, hingga pencatatan penggunaan alat secara digital. Dengan pendekatan tersebut, teknologi diharapkan tetap dapat dimanfaatkan secara mandiri setelah program pendampingan berakhir.

Program ini merupakan hibah BIMA Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM), dengan tahun usulan 2025 dan pelaksanaan pada 2026.

Tim pengabdian UMP diketuai Wildan Aji Saputra dengan anggota Meydy Fauziridwan dan Eqwar Saputra. Sementara Rumah Creatif sebagai mitra dipimpin Sandi Nur Sasongko.

Ketua Tim Pengabdian UMP, Wildan Aji Saputra, mengatakan penerapan teknologi di tengah masyarakat tidak cukup hanya dengan menghadirkan sebuah perangkat.

Menurutnya, masyarakat perlu dibekali kemampuan agar alat dapat digunakan dan dirawat secara berkelanjutan. Karena itu, pelatihan dan pendampingan menjadi bagian utama dari program tersebut.

“Teknologi yang diterapkan tidak cukup hanya berupa alat. Masyarakat perlu mendapatkan pelatihan, SOP pengoperasian dan perawatan, pendampingan, serta sistem pencatatan agar penggunaan teknologi dapat dipantau dan dievaluasi,” ujar Wildan dalam keteangannya, Kamis (20/8/2026).

Salah satu fitur yang diperkenalkan adalah QR Code yang terintegrasi dengan tabung pembakaran sampah.

Kode tersebut dapat dipindai menggunakan perangkat digital untuk memperoleh panduan penggunaan alat. Informasi yang tersedia mencakup tahapan persiapan, cara mengoperasikan perangkat, hingga prosedur setelah penggunaan.

Dengan sistem itu, masyarakat tidak harus selalu bergantung pada pendamping ketika membutuhkan informasi mengenai cara penggunaan alat.

Selain menyediakan panduan melalui QR Code, tim UMP juga memperkenalkan sistem pencatatan berbasis digital menggunakan Excel atau spreadsheet.

Catatan tersebut digunakan untuk mendokumentasikan aktivitas pemakaian alat serta informasi lain yang diperlukan dalam proses monitoring.

Related Images:

Follow WhatsApp Channel My Info untuk update berita terkini setiap hari! Follow