CILACAP, MyInfo.ID – PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) Cilacap terus memperluas pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) yang tidak hanya diarahkan untuk mendukung transisi energi, tetapi juga mendorong pemberdayaan masyarakat dan penguatan ekonomi lokal.
Komitmen tersebut disampaikan Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga RU Cilacap, Agustiawan, saat menjadi pembicara dalam kuliah umum Dies Natalis ke-3 Program Studi Teknologi Rekayasa Energi Terbarukan Politeknik Negeri Cilacap (PNC).
Menurut Agustiawan, pengembangan energi bersih memiliki cakupan yang lebih luas dibandingkan sekadar mencari sumber energi alternatif. Pemanfaatan EBT dapat diintegrasikan dengan program pemberdayaan masyarakat, pengembangan ekonomi lokal, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
“Pengembangan energi bersih tidak hanya berkaitan dengan energi alternatif, tetapi juga dapat menjadi penggerak pemberdayaan masyarakat, penguatan ekonomi lokal, dan upaya menjaga keberlanjutan lingkungan,” ujar Agustiawan.
Salah satu potensi yang terus dikembangkan adalah energi surya. Di Jawa Tengah, terdapat 12 lokasi yang dinilai memiliki potensi pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), dengan dukungan karakteristik lahan dan aksesibilitas. Cilacap menjadi salah satu wilayah yang memiliki potensi cukup besar untuk pengembangan energi surya.
Implementasi EBT yang dikombinasikan dengan pemberdayaan masyarakat antara lain dilakukan melalui program Masyarakat Pengelola Pertanian Berkelanjutan (MAPAN) di Desa Kalijaran, Kecamatan Maos, Cilacap.
Program yang menjadi salah satu unggulan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) tersebut menyasar petani dan pelaku usaha kecil menengah (UKM) sektor pertanian dengan pendekatan berkelanjutan dari sektor hulu hingga hilir.
Agustiawan menyebut program MAPAN telah memberikan manfaat kepada 233 orang yang terdiri atas petani gurem, petani perempuan, buruh tani harian, anak-anak, serta masyarakat miskin.















