141 Tahun Stasiun Slawi, Penumpang Naik 40 Persen dan Jadi Penggerak Ekonomi Tegal

Stasiun Slawi. Foto: Daop 5 Purwokerto
banner 120x600

PURWOKERTO, MyInfo.ID – Stasiun Slawi terus membuktikan perannya sebagai simpul transportasi yang menghubungkan masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Tegal. Memasuki usia ke-141 tahun, stasiun yang berada di bawah pengelolaan KAI Daop 5 Purwokerto ini mencatat tren positif dengan kenaikan jumlah penumpang sekitar 40 persen dalam tiga tahun terakhir.

Tak hanya menjadi tempat naik dan turun kereta api, Stasiun Slawi kini menjadi bagian penting dari aktivitas harian masyarakat. Setiap pagi, stasiun ini dipadati pekerja, pelajar, pedagang, hingga keluarga yang bepergian ke berbagai daerah di Jawa Tengah maupun Daerah Istimewa Yogyakarta.

Manager Humas KAI Daop 5 Purwokerto, M. As’ad Habibuddin, mengatakan Stasiun Slawi memiliki fungsi yang jauh lebih besar dibanding sekadar lokasi pemberhentian kereta.

“Stasiun Slawi bukan hanya tempat kereta berhenti. Di dalamnya ada perjalanan masyarakat, aktivitas ekonomi, harapan untuk bekerja dan belajar, serta koneksi dengan daerah lain. Karena itu, keberadaan stasiun memiliki arti yang jauh lebih luas bagi masyarakat,” ujar As’ad dalam keterangannya, Jumat (7/8/2026).

Meningkatnya penggunaan transportasi kereta api terlihat dari pertumbuhan jumlah penumpang di Stasiun Slawi setiap tahunnya.

Pada 2023, rata-rata penumpang datang dan berangkat mencapai 16.671 orang per bulan. Jumlah tersebut meningkat menjadi 18.209 penumpang pada 2024, kemudian naik lagi menjadi 20.904 orang pada 2025.

Sementara hingga Juli 2026, rata-rata volume penumpang telah mencapai 23.417 orang per bulan atau meningkat sekitar 40 persen dibandingkan tahun 2023.

Menurut As’ad, tren tersebut menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan kereta api terus tumbuh.

“Pertumbuhan ini menunjukkan semakin tingginya kepercayaan masyarakat terhadap kereta api. Bagi KAI, setiap peningkatan jumlah pelanggan merupakan kepercayaan yang harus dijawab dengan pelayanan yang semakin aman, nyaman, tepat waktu, dan efisien,” kata As’ad.

Saat ini, Stasiun Slawi melayani delapan perjalanan kereta api setiap hari melalui KA Kamandaka dan KA Joglosemarkerto yang menghubungkan wilayah Tegal dengan berbagai kota di Jawa Tengah serta Daerah Istimewa Yogyakarta.

Akses tersebut memudahkan masyarakat menuju tempat kerja, kampus, pusat perdagangan, layanan kesehatan, hingga berbagai aktivitas lainnya.

Stasiun Slawi memiliki sejarah panjang dalam perkembangan transportasi di Indonesia. Stasiun ini mulai beroperasi pada 1885 sebagai bagian dari jalur kereta api Tegal-Slawi-Prupuk.

Pada masa awal operasionalnya, jalur tersebut digunakan untuk mengangkut komoditas perkebunan seperti gula, teh, dan tembakau dari wilayah Tegal bagian selatan menuju daerah lain.

Related Images:

Follow WhatsApp Channel My Info untuk update berita terkini setiap hari! Follow