PURWOKERTO, MyInfo.ID – Hari Raya Idul Adha identik dengan pembagian dan pengolahan daging kambing maupun daging sapi dari hewan kurban. Namun, banyak masyarakat bertanya-tanya apakah konsumsi daging kambing saat Iduladha aman bagi penderita hipertensi.
Pada Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah yang jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026, konsumsi olahan hewan kurban diperkirakan meningkat di berbagai daerah. Mulai dari sate, gulai, hingga tongseng daging kambing menjadi menu favorit keluarga saat perayaan Iduladha.
Meski demikian, penderita tekanan darah tinggi tetap perlu memperhatikan pola makan agar kondisi kesehatan tetap terjaga.
Dikutip dari Alodokter, dr. Adhi Pasha menjelaskan bahwa hipertensi atau tekanan darah tinggi dapat dipicu oleh berbagai faktor.
“Tekanan darah tinggi atau hipertensi dapat dipicu oleh banyak hal seperti usia yang lebih lanjut, kurang olahraga, merokok, faktor keturunan, mengonsumsi makanan dengan kadar garam yang tinggi, stres dan lainnya,” jelas dr. Adhi Pasha.
Ia menambahkan, pencegahan hipertensi dapat dilakukan dengan menerapkan pola hidup sehat, termasuk menjaga asupan makanan.
“Untuk pencegahannya sendiri adalah dengan menjaga makanan rendah lemak dan memperbanyak serat, menjaga berat badan ideal, berolahraga secara rutin, menghindari kebiasaan minuman berkafein, merokok dan juga menghindari minum-minuman keras,” lanjutnya.
Selama momen Iduladha, daging kambing sering dianggap sebagai makanan yang dapat memicu tekanan darah tinggi. Anggapan tersebut muncul karena konsumsi daging merah kerap dikaitkan dengan peningkatan kadar kolesterol yang berisiko terhadap penyakit jantung dan pembuluh darah.
Meski begitu, dr. Adhi menegaskan bahwa daging kambing dari hewan kurban tetap aman dikonsumsi, asalkan memperhatikan cara memilih dan mengolahnya.
“Hal ini bukan tanpa alasan tetapi kita tetap dapat mengonsumsi daging merah seperti halnya daging kambing tetapi perlu ada beberapa hal yang diperhatikan,” ujarnya.
Berikut beberapa tips aman mengonsumsi daging kambing saat Hari Raya Idul Adha bagi penderita hipertensi:
1. Pilih Bagian Daging Rendah Lemak
Pilih bagian daging kambing yang minim lemak, seperti bagian punggung, khas dalam, atau kaki. Selain itu, penderita hipertensi juga disarankan menghindari jeroan hewan kurban.
2. Hindari Produk Olahan
Produk olahan berbahan daging kambing seperti sosis, bakso, atau burger sebaiknya dibatasi karena umumnya mengandung kadar lemak dan garam lebih tinggi.
3. Perhatikan Cara Pengolahan
Penggunaan garam dan minyak berlebih saat memasak daging kambing sebaiknya dihindari. Pengolahan dengan cara dipanggang dinilai lebih sehat dibandingkan digoreng.
“Pengolahan dengan cara dipanggang juga lebih baik daripada digoreng,” terang dr. Adhi.
4. Batasi Porsi Konsumsi
Konsumsi daging kambing juga perlu dibatasi. Disarankan asupan daging tidak melebihi 100 gram dan diimbangi dengan sayur maupun kacang-kacangan.
“Batasi jumlah konsumsi daging (tidak melebihi 100 gram) dan upayakan perbanyak sayur atau kacang-kacangan dibandingkan dengan daging,” katanya.
Dengan pola konsumsi yang tepat, daging kambing dari hewan kurban saat Iduladha tetap bisa dinikmati penderita hipertensi tanpa meningkatkan risiko kesehatan secara berlebihan.
“Untuk itu daging kambing masih tetap aman dikonsumsi jika cara memilih daging, mengolah dan membatasi asupan tetap terjaga dan juga tetap melakukan tindakan pendukung seperti berolahraga secara rutin dan menjaga berat ideal. Jika sudah memiliki hipertensi tentunya untuk tetap meminum obat yang diberikan dokter secara rutin,” pungkasnya.















