CEBU, MyInfo.ID – Negara-negara ASEAN mulai serius menggarap energi baru terbarukan sebagai jawaban atas meningkatnya kebutuhan energi dan ancaman perubahan iklim global. Potensi besar kawasan Asia Tenggara, mulai dari tenaga surya, air, hingga angin, dinilai bisa menjadi kekuatan baru untuk menjaga ketahanan energi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan kawasan ASEAN memiliki sumber daya alam yang sangat besar untuk mempercepat transisi energi bersih.
Hal itu disampaikan Prabowo saat menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Khusus Brunei Darussalam-Indonesia-Malaysia-Philippines East ASEAN Growth Area (BIMP-EAGA) di Cebu, Filipina, Kamis (7/5) waktu setempat.
Menurut Prabowo, kawasan subregional ASEAN memiliki potensi energi terbarukan yang belum dimanfaatkan secara maksimal, mulai dari tenaga air, tenaga surya, energi angin, hingga lahan produktif yang masih luas.
“Pertanyaannya adalah apakah kita siap untuk bertindak berdasarkan potensi tersebut. Bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan subregional kita, tetapi juga untuk berkontribusi pada transisi energi ASEAN,” kata Presiden dalam pidatonya.
Dalam forum tersebut, Prabowo mendorong negara-negara anggota BIMP-EAGA mengambil langkah konkret untuk mempercepat pengembangan energi hijau di kawasan. Sejumlah proyek strategis yang disoroti di antaranya pengembangan tenaga air di Kalimantan, perluasan energi surya di Palawan, hingga pemanfaatan tenaga angin di wilayah pesisir.
Presiden juga memaparkan langkah yang saat ini tengah dijalankan Indonesia dalam mempercepat transisi energi nasional, termasuk pembangunan pembangkit listrik tenaga surya berskala besar.















