News  

Prabowo Dorong ASEAN Percepat Energi Bersih, Indonesia Siapkan PLTS 100 GW

Prabowo Dorong ASEAN Percepat Energi Bersih, Indonesia Siapkan PLTS 100 GW. Foto: BPMI Setpres
banner 120x600

“Transisi energi kita sedang melaju dengan kecepatan penuh. Kita tengah membangun (pembangkit listrik) tenaga surya 100 GW. Bersama-sama kita tingkatkan infrastruktur energi kita. BIMP-EAGA memiliki potensi yang besar,” ujar Presiden.

Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menyebut forum BIMP-EAGA juga menyepakati dokumen BIMP-EAGA Vision (BEV) 2035. Dokumen tersebut menjadi arah strategis pengembangan kawasan Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Filipina agar lebih tangguh, inklusif, dan kompetitif secara ekonomi.

Menurut Bahlil, visi tersebut berfokus pada penguatan konektivitas antarwilayah, transformasi sektor pariwisata, hingga pengembangan ekonomi berkelanjutan.

Untuk mendukung target itu, negara-negara anggota juga membentuk sejumlah klaster pembangunan, salah satunya Power and Energy Infrastructure Cluster (PEIC). Indonesia sendiri dipercaya menjadi ketua klaster tersebut untuk periode 2022-2025 sebelum dilanjutkan Malaysia pada periode berikutnya.

“Hasil dari klaster ini meliputi proyek interkoneksi jaringan listrik, proyek energi terbarukan, elektrifikasi pedesaan, dan program efisiensi energi serta konservasi energi. Program ini akan memperkuat kolaborasi subregional, sehingga masyarakat di daerah remote area mampu mengakses energi dengan harga yang terjangkau untuk kesejahteraan yang lebih baik,” ujar Bahlil.

Ia menambahkan, pemerintah Indonesia saat ini terus mempercepat berbagai program transisi energi sesuai arahan Presiden Prabowo. Langkah tersebut meliputi peningkatan bauran energi baru terbarukan, pengembangan energi hidrogen, nuklir, dan amonia, hingga elektrifikasi kendaraan listrik dan penggunaan kompor induksi.

Selain itu, pemerintah juga menjalankan moratorium pembangunan PLTU baru serta mendorong teknologi CCS dan CCUS untuk menekan emisi karbon.

“Kita juga sedang mendorong pemanfaatan tenaga surya untuk menjadi PLTS 100 GW untuk mengurangi pemakaian fosil. Tentu ini memerlukan kolaborasi dari banyak pihak untuk menyelesaikan tugas tersebut,” pungkas Bahlil.

Related Images:

Follow WhatsApp Channel My Info untuk update berita terkini setiap hari! Follow