News  

Korban Tewas Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur Bertambah Jadi 5 Orang

Korban Tewas Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur Bertambah Jadi 5 Orang. Foto: Instagram @paszaki_
banner 120x600

BEKASI, MyInfo.ID – Jumlah korban meninggal dunia dalam kecelakaan antara kereta api jarak jauh KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat, terus bertambah. Hingga Selasa (28/4/2026), PT KAI mencatat lima penumpang meninggal dunia, sementara tiga korban lainnya masih terjepit di dalam rangkaian kereta.

Insiden tabrakan hebat yang terjadi pada Senin (27/4/2026) malam itu masih menyisakan proses evakuasi yang berlangsung intensif. Petugas gabungan dari Basarnas, kepolisian, dan tim medis terus berupaya mengevakuasi korban dari gerbong yang ringsek akibat benturan keras.

KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL di Bekasi Timur, Evakuasi Korban Berlangsung Dramatis. Foto: IG @jokuvestory

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyampaikan, hingga saat ini masih ada korban yang belum berhasil dievakuasi karena posisi terjepit di antara rangkaian kereta.

“Korban pada saat ini meninggal dunia itu 5. Kemudian yang masih terperangkap itu sekitar 3,” ujar Bobby Rasyidin kepada wartawan di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Selasa (28/4/2026).

Selain korban meninggal, KAI juga mencatat puluhan penumpang harus menjalani observasi medis di sejumlah rumah sakit.

Menurut Bobby, sebanyak 79 korban telah mendapatkan penanganan dan observasi di sembilan rumah sakit berbeda di sekitar lokasi kejadian.

Kepala Basarnas Mohammad Syafii menjelaskan, proses penyelamatan korban masih menghadapi hambatan besar karena kondisi rangkaian kereta yang saling menghimpit dengan struktur material yang sangat kuat.

Ia menegaskan jumlah korban masih bisa berubah karena proses pencarian belum selesai sepenuhnya.

“Proses evakuasi akan terus berjalan, jadi belum menjadi keputusan jumlah korban,” ujar Syafii kepada awak media, Selasa (28/4/2026).

Menurutnya, ruang gerak tim penyelamat sangat terbatas, baik dari sisi luar maupun bagian dalam gerbong yang mengalami kerusakan parah.

“Yang menjadi permasalahan adalah space untuk kami melakukan tindakan, kemudian dari dalam, itu juga terbatas,” ujarnya.

Related Images:

Follow WhatsApp Channel My Info untuk update berita terkini setiap hari! Follow