PURWOKERTO, MyInfo.ID – Menjelang pelaksanaan UTBK–SNBT 2026, Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) mematangkan kesiapan pengawas melalui sosialisasi intensif. Langkah ini dilakukan untuk memastikan ujian nasional berbasis komputer tersebut berjalan tertib, akuntabel, dan bebas pelanggaran administrasi.
Sosialisasi digelar pada Jumat (17/4/2026) di lingkungan kampus Unsoed dan melibatkan ratusan pengawas serta penanggung jawab lokasi (PJL). Kegiatan ini menjadi bagian krusial menjelang ujian yang akan berlangsung pada 21–30 April 2026.
Sebanyak 407 pengawas dan 61 PJL mengikuti sosialisasi yang dibagi dalam dua lokasi berbeda guna memperlancar koordinasi. Para peserta berasal dari dosen dan tenaga kependidikan di lingkungan kampus.
Materi disampaikan langsung oleh narasumber berkompeten, termasuk Hari Siswantoro dan Eko Sumanto, dengan fokus pada standar operasional pengawasan sesuai ketentuan panitia pusat.
“Sosialisasi bagi calon pengawas ini adalah syarat mutlak bagi calon pengawas UTBK,” jelas Eko.
Ia menegaskan, pembekalan ini tidak hanya bersifat formalitas, tetapi memastikan setiap pengawas memahami peran dan tanggung jawabnya secara detail.
“Kami akan membekali pengawas dengan penjelasan secara detail terkait tugas dan fungsi pengawas sesuai dengan prosedur operasional standar dari panitia pusat. Target kami adalah zero maladministrasi untuk pelaksanaan pengawasan kegiatan UTBK,” kata Eko.
Sebagai pusat UTBK PTN 351, Unsoed menyiapkan total 11 lokasi ujian yang tersebar di berbagai fakultas dan unit kampus. Secara keseluruhan, tersedia 21 ruang ujian dengan dukungan 12 server.
UTBK 2026 di Unsoed akan digelar dalam satu gelombang selama 10 hari dengan dua sesi per hari, atau total 18 sesi ujian. Setiap sesi diikuti 1.040 peserta.
Dengan skema tersebut, jumlah peserta yang akan mengikuti UTBK di Unsoed mencapai 18.313 orang, angka yang menunjukkan tingginya minat calon mahasiswa untuk masuk perguruan tinggi negeri.
Materi UTBK tahun ini mencakup dua komponen utama, yakni Tes Potensi Skolastik (TPS) dan Tes Literasi.
TPS meliputi:
- Penalaran umum
- Pengetahuan dan pemahaman umum
- Pemahaman bacaan dan menulis
- Pengetahuan kuantitatif
Sementara Tes Literasi mencakup:
- Literasi Bahasa Indonesia
- Literasi Bahasa Inggris
- Penalaran matematika
Selain itu, peserta diwajibkan mematuhi sejumlah ketentuan penting, seperti membawa kartu peserta, dokumen identitas resmi, serta hadir sesuai jadwal dan lokasi ujian. Peserta juga diharuskan mengenakan sepatu dan menempati tempat duduk sesuai nomor yang ditentukan.













