Sarasimas ke-10 Digelar, Strategi Banyumas Tekan Inflasi dan Jaga Daya Beli Jelang Lebaran

Sarasimas sebagai langkah konkret menahan lonjakan harga sekaligus menjaga daya beli masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026. Foto: Pemkab Banyumas

PURWOKERTO, MyInfo.ID – Pemerintah Kabupaten Banyumas kembali menggelar Pasar Murah Inflasi Banyumas (Sarasimas) sebagai langkah konkret menahan lonjakan harga sekaligus menjaga daya beli masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026. Program yang telah memasuki pelaksanaan ke-10 ini digelar di halaman Pendopo Si Panji, Purwokerto, Selasa (17/3/2026).

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono, didampingi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Purwokerto Christoveny serta Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan (DKUKMP) Banyumas Gatot Eko.

Kepala DKUKMP Banyumas Gatot Eko menjelaskan, Sarasimas menjadi salah satu instrumen pengendalian inflasi daerah sekaligus bentuk intervensi pemerintah di tengah tren penurunan daya beli masyarakat.

“Kegiatan difokuskan untuk membantu warga dari dua kelurahan yakni Kelurahan Kranji dan Kelurahan Sokanegara. Selain warga yang telah terdata, panitia juga merangkul sejumlah kelompok masyarakat yang membutuhkan, seperti tukang becak, marbot masjid, serta tukang sol sepatu,” ungkap Gatot.

Dalam program ini, masyarakat bisa mendapatkan paket sembako dengan harga sangat terjangkau. Paket senilai sekitar Rp84.000 hanya ditebus Rp10.000.

“Sebanyak 200 paket sembako dari DKUKMP dan 20 paket gratis dari Bank Indonesia disalurkan kepada masyarakat. Paket sembako yang memiliki nilai sekitar Rp84.000 dapat ditebus warga hanya dengan Rp10.000,” jelasnya.

Tak hanya paket subsidi, pemerintah juga membuka pasar murah umum yang menyediakan berbagai kebutuhan pokok dengan harga lebih rendah dibandingkan harga pasar. Program ini menyasar masyarakat luas, termasuk aparatur sipil negara (ASN).

Sejumlah komoditas yang dijual meliputi beras, minyak goreng, gula, telur, hingga daging ayam. Bahkan, produk pertanian langsung dari petani juga hadir melalui Pasar Tani.

“Sejumlah mitra yang terlibat antara lain Bank Indonesia, Perum BULOG, Rajawali Nusindo, Sari Agro Persada, Pinsar Indonesia, serta Charoen Pokphand Indonesia yang menyediakan berbagai komoditas pangan seperti beras, telur, ayam ras, hingga kebutuhan pokok lainnya. Selain itu, Pasar Tani juga turut menyediakan produk pertanian langsung dari petani,” ujar Gatot.

Dalam sambutannya, Sadewo menyoroti tren kenaikan harga bahan pokok yang kerap terjadi menjelang Lebaran, terutama komoditas cabai yang mengalami fluktuasi cukup tajam.

Related Images:

Follow WhatsApp Channel My Info untuk update berita terkini setiap hari! Follow