Dampak Konflik Timur Tengah ke Sektor Pariwisata RI, Kemenpar Siapkan Mitigasi

Kunjungan Wisatawan di Pulau Bali. Foto Kemenpar

BALI, MyInfo.ID – Konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran mulai diantisipasi pemerintah karena berpotensi memengaruhi sektor pariwisata Indonesia, terutama terhadap arus kunjungan wisatawan mancanegara (wisman).

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menyiapkan sejumlah langkah mitigasi untuk menjaga stabilitas sektor pariwisata nasional, termasuk dengan memperkuat pasar wisata di kawasan Asia dan Pasifik.

Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa mengatakan pemerintah terus memantau perkembangan situasi global, khususnya yang berkaitan dengan konektivitas penerbangan dari dan menuju kawasan Timur Tengah.

“Kita pantau terus. GM Bandara Bali menyampaikan bahwa terkait penerbangan ke Timur Tengah, dari lima maskapai yang beroperasi saat ini memang belum dapat terbang,” ujar Ni Luh Puspa di Bali, dikutip Sabtu (7/3/2026).

Meski beberapa rute penerbangan menuju Timur Tengah mengalami gangguan, dampaknya terhadap operasional penerbangan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali masih relatif kecil.

Penurunan jumlah penerbangan tercatat hanya sekitar 0,5 persen, sehingga aktivitas penerbangan secara keseluruhan masih berjalan normal.

Menurut Wamenpar, kondisi tersebut terjadi karena wisatawan melakukan penyesuaian jalur penerbangan melalui sejumlah hub alternatif di kawasan Asia, seperti Malaysia dan Singapura.

Dalam konektivitas penerbangan menuju Indonesia, kawasan Asia memang masih menjadi jalur utama bagi wisatawan internasional.

Data konektivitas penerbangan menunjukkan bahwa Malaysia menyumbang sekitar 28 persen, diikuti Singapura sebesar 18 persen, kemudian kawasan Timur Tengah 11 persen, serta Hong Kong dan sejumlah hub lain di Asia.

“Artinya, konektivitas kita masih didominasi oleh Malaysia dan Singapura,” kata Ni Luh Puspa.

Related Images:

Follow WhatsApp Channel My Info untuk update berita terkini setiap hari! Follow