JAKARTA, MyInfo.ID – Konflik geopolitik di Timur Tengah mulai terasa hingga ke sektor ekonomi lokal di Indonesia. Dampaknya bahkan dirasakan pelaku usaha kecil menengah (UMKM), termasuk perajin sarung Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) di Kota Tegal, Jawa Tengah.
Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih menyoroti batalnya ekspor puluhan ribu sarung dari pengusaha Tegal ke pasar Afrika akibat ketegangan yang melibatkan Iran serta koalisi Amerika Serikat dan Israel.
Menurut Fikri, dampak konflik internasional tersebut membuat pengiriman sarung dari Tegal tertunda. Totalnya mencapai sekitar 50.000 potong sarung yang rencananya diekspor ke pasar Afrika.
“Banyak yang mengira konflik Iran–Israel tidak berdampak ke daerah seperti Tegal. Padahal kenyataannya ada. Pengiriman sarung dari pengusaha Tegal ke Afrika tertunda hingga mencapai 50.000 potong,” ujar Fikri lewat dikutip dari laman Parlementaria Sabtu (7/3/2026).
Tertundanya pengiriman tersebut melibatkan dua kontainer sarung yang belum dapat diberangkatkan ke tujuan ekspor.
Fikri menjelaskan, gangguan ekspor tersebut tidak hanya memukul pelaku usaha, tetapi juga berpotensi menimbulkan efek domino terhadap pekerja dan sektor pendukung lainnya.
Industri sarung ATBM di Tegal melibatkan banyak pihak dalam proses produksinya, mulai dari buruh tenun hingga pemasok bahan baku lokal. Ketika ekspor terganggu, aktivitas ekonomi di sektor tersebut ikut terdampak.
“Pengusaha sarung tentu memiliki karyawan yang berasal dari masyarakat sekitar. Bahan bakunya juga disuplai oleh pelaku usaha lokal. Ketika ekspor terganggu, dampaknya bisa meluas,” jelas legislator dari daerah pemilihan Jawa Tengah IX itu.













