PURWOKERTO, MyInfo.ID – Sebanyak 70 petugas frontliner mengikuti Pelatihan Pelayanan Disabilitas dari PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 5 Purwokerto, sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas layanan sekaligus persiapan menghadapi masa Angkutan Lebaran 2026. Pelatihan Pelayanan Disabilitas bagi petugas frontliner di UPT Service On Train Stasiun Purwokerto ini diikuti oleh 70 petugas yang terdiri dari petugas loket, customer service, kondektur, polsuska, prama/prami, serta announcer, Kamis (5/3) kemarin.
Pelatihan ini menjadi bagian dari langkah KAI untuk memastikan seluruh pelanggan, termasuk penyandang disabilitas, dapat menikmati perjalanan kereta api secara aman dan nyaman.
Manager Humas KAI Daop 5 Purwokerto, M. As’ad Habibuddin, mengatakan peningkatan kompetensi petugas sangat penting karena frontliner merupakan ujung tombak pelayanan kepada pelanggan.
“Petugas frontliner merupakan garda terdepan dalam pelayanan kepada pelanggan. Oleh karena itu, penting bagi kami untuk memahami kebutuhan pelanggan disabilitas sehingga mereka dapat memperoleh layanan yang aman, nyaman, dan optimal saat menggunakan transportasi kereta api,” ujar M. As’ad dalam keterangannya, Jamat (6/3/2026).
Dalam pelatihan tersebut, para peserta mendapatkan materi dari staf pengajar Yayasan Kesejahteraan Usaha Tama (Yakut) mengenai pemahaman dasar terkait disabilitas, khususnya bagi penyandang tunarungu.
Materi yang diberikan mencakup pengenalan jenis gangguan pendengaran seperti Deaf (tuli berat atau tuli total) serta Hard of Hearing (HoH). Selain itu, peserta juga diperkenalkan dengan Bahasa Isyarat Indonesia menggunakan Sistem Isyarat Bahasa Indonesia (SIBI) sebagai sarana komunikasi dengan penumpang tunarungu.
Tidak hanya memahami teori, peserta juga mengikuti sesi praktik penggunaan bahasa isyarat. Dalam sesi ini, petugas mempelajari huruf A hingga Z, angka, serta berbagai percakapan sederhana, seperti ucapan selamat pagi, siang, malam, hingga penyebutan nama hari.













