Pemerintah Pastikan Stok Beras Aman hingga Hampir Setahun, Produksi Nasional Lampaui Konsumsi

Ilustrasi Petani Padi di Sawah. Foto: Pixabay

JAKARTA, MyInfo.ID – Pemerintah memastikan kondisi ketahanan pangan nasional berada dalam situasi aman. Ketersediaan beras di dalam negeri saat ini dinilai mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam jangka panjang.

Menteri Pertanian menyebutkan, data terbaru per Maret 2026 menunjukkan stok beras nasional berada pada level yang sangat memadai, bahkan cukup untuk menopang kebutuhan konsumsi masyarakat selama hampir satu tahun ke depan.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menjelaskan bahwa produksi beras nasional setiap bulan berada di kisaran 2,6 juta hingga 5,7 juta ton. Angka tersebut berada di atas rata-rata kebutuhan konsumsi nasional yang mencapai sekitar 2,59 juta ton per bulan.

Berdasarkan data terbaru, total ketersediaan beras nasional saat ini mencapai sekitar 27,99 juta ton. Jumlah tersebut berasal dari berbagai sumber, yakni stok cadangan pemerintah di Perum BULOG, persediaan yang dimiliki masyarakat, serta potensi produksi dari tanaman padi yang siap panen.

“Kalau kita lihat data hari ini, ketersediaan pangan kita sangat aman. Total stok beras nasional cukup untuk 324 hari ke depan atau sekitar 10,8 bulan, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir,” ujar Mentan Amran dalam konferensi pers di Kantor Pusat Kementan, Jumat (6/03/2026).

Sepanjang Januari hingga Mei 2026, produksi beras nasional tercatat mencapai sekitar 16,92 juta ton. Dalam beberapa bulan tertentu, produksi bahkan mampu menembus angka tertinggi hingga 5,7 juta ton.

Menurut Mentan Amran, capaian tersebut menunjukkan bahwa sektor pertanian nasional masih memiliki daya tahan yang kuat meskipun menghadapi berbagai tantangan global.

“Produksi kita tetap terjaga. Bahkan dalam beberapa bulan produksi bisa mencapai 5,7 juta ton, sehingga pasokan domestik sangat kuat,” katanya.

Selain produksi yang terus berjalan, cadangan beras pemerintah juga menunjukkan tren peningkatan. Saat ini stok yang dikelola Perum BULOG telah mencapai sekitar 3,7 juta ton.

Pemerintah memperkirakan angka tersebut masih akan bertambah seiring datangnya masa panen raya di sejumlah wilayah sentra produksi.

“Kita perkirakan dalam dua bulan ke depan stok BULOG bisa mencapai 5 juta ton. Ini akan semakin memperkuat cadangan pangan pemerintah,” jelasnya.

Pemerintah juga menyiapkan berbagai langkah strategis untuk menjaga produksi pertanian di tengah potensi gangguan iklim seperti kekeringan.

Related Images:

Follow WhatsApp Channel My Info untuk update berita terkini setiap hari! Follow