PURWOKERTO, MyInfo.ID – Menjelang Ramadan dan Idul Fitri 2026, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Banyumas Raya memperkuat sinergi pengendalian harga melalui implementasi Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS) dengan strategi 4K.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Purwokerto, Christoveny, mengatakan penguatan dilakukan melalui strategi Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif atau 4 K.
“TPID di Banyumas Raya terus memperkuat implementasi GPIPS dengan strategi 4K untuk menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat, khususnya selama Ramadan dan Idul Fitri,” ujarnya.
Upaya tersebut diwujudkan antara lain melalui pelaksanaan gerakan pangan murah, fasilitasi distribusi pangan, dan pasar tani di berbagai titik. Kegiatan itu digelar di Pasar Ramadan UMP x BI Purwokerto 2026, 18 titik di Kabupaten Cilacap, pembukaan program TMMD Sengkuyung Tahap I 2026, hingga Sarahsimas Kabupaten Banyumas di sejumlah kecamatan.
Dari sisi ketersediaan pasokan, TPID juga melaksanakan panen cabai bersama dalam program TAKARA MERDAYA (Taruna Karya Mandiri Menuju Kecamatan Berdaya) dengan produksi mencapai 16,8 ton. Selain itu, dikembangkan program INFRATANI di tiga pondok pesantren, program Agropreneur, penguatan sentra produksi, serta monitoring harga dan stok bahan pokok penting di pasar pantauan.
Dalam pengelolaan ekspektasi, edukasi belanja bijak diperluas secara omnichannel melalui baliho, spanduk, media sosial, radio, hingga pelaksanaan High Level Meeting TPID guna memperkuat koordinasi selama periode Ramadan dan Idul Fitri.
Christoveny menambahkan, ke depan TPID Banyumas Raya akan terus memperkuat langkah pengendalian inflasi, termasuk peningkatan produksi pangan berbasis pesantren, pengembangan kelompok tani muda, perluasan digital farming, operasi pasar, serta penguatan kerja sama antar daerah.













