JAKARTA, MyInfo.ID – Pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia memperkuat koordinasi lintas kementerian menyusul dinamika keamanan di kawasan Timur Tengah. Langkah ini dilakukan untuk menjamin keselamatan jemaah umrah sekaligus memastikan kesiapan penyelenggaraan haji 2026 tetap berjalan sesuai rencana.
Koordinasi intensif dilakukan bersama Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia guna memantau perkembangan situasi dan dampaknya terhadap mobilitas jemaah.
7.782 Jemaah Sudah Kembali ke Tanah Air
Data terbaru mencatat sebanyak 7.782 jemaah umrah telah tiba kembali di Indonesia dalam periode 28 Februari hingga 2 Maret 2026. Sementara itu, sebagian lainnya masih menunggu kepastian jadwal penerbangan, terutama yang menggunakan maskapai dengan skema transit.
Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, menegaskan keselamatan jemaah menjadi fokus utama pemerintah di tengah ketidakpastian situasi.
“Kami memastikan negara hadir. Keselamatan jemaah adalah prioritas utama. Kami terus berkoordinasi secara intensif dengan Kementerian Luar Negeri dan seluruh pihak terkait untuk memastikan jemaah dapat kembali dengan aman,” tegasnya, Selasa (3/3/2026).
Imbauan Tunda Keberangkatan Umrah
Sebagai langkah pencegahan, Kementerian Haji dan Umrah mengimbau calon jemaah untuk menunda keberangkatan umrah dalam waktu dekat. Kebijakan ini mempertimbangkan eskalasi situasi keamanan dan hasil koordinasi antarinstansi.
Hingga penutupan musim umrah pada April 2026, tercatat lebih dari 43 ribu calon jemaah dijadwalkan berangkat pada periode Maret–April.
“Kami mengimbau calon jemaah umrah untuk menunda keberangkatan sementara waktu. Langkah ini diambil semata-mata demi keselamatan dan perlindungan jemaah,” ujarnya.













