5. Bergerak Selama Beberapa Menit
Duduk terlalu lama dapat membuat tubuh terasa kaku dan kurang berenergi. Cobalah berdiri, berjalan di sekitar kantor, atau melakukan peregangan ringan selama beberapa menit.
Jika memungkinkan, berjalan sekitar 5–10 menit bisa menjadi pilihan untuk menyegarkan tubuh. Aktivitas singkat ini juga membantu memutus rutinitas duduk terus-menerus saat kerja.
6. Pilih Makanan yang Bergizi
Pilihan makanan turut memengaruhi energi selama beraktivitas. Makanan yang terlalu berat atau tinggi gula bisa membuat sebagian orang merasa lesu setelah makan.
Agar energi lebih stabil, pilih menu seimbang yang mengandung protein, karbohidrat kompleks, serat, dan lemak sehat. Buah, telur, kacang-kacangan, serta roti gandum bisa menjadi pilihan camilan atau makanan selingan sesuai kebutuhan.
7. Perbaiki Kualitas dan Jadwal Tidur
Jika kantuk terus muncul saat kerja, coba periksa kembali kebiasaan tidurmu. Kurang tidur merupakan salah satu penyebab umum rasa kantuk pada siang hari.
Usahakan memiliki jadwal tidur yang teratur dan waktu istirahat yang cukup. Orang dewasa umumnya membutuhkan sekitar 7–9 jam tidur setiap malam. Mengurangi penggunaan ponsel menjelang tidur dan menciptakan suasana kamar yang nyaman juga bisa membantu meningkatkan kualitas istirahat.
8. Perbaiki Posisi Duduk Saat Bekerja
Posisi duduk yang nyaman dapat membantu kamu tetap siap menjalankan aktivitas. Atur punggung agar tegak dengan nyaman, letakkan kaki secara stabil, dan sesuaikan posisi layar agar tidak perlu terus-menerus menunduk.
Sesekali ubah posisi dan berdirilah untuk melakukan peregangan. Namun, perlu diingat bahwa duduk tegak tidak bisa menggantikan kebutuhan tidur jika tubuh memang sudah kekurangan istirahat.
Rasa ngantuk saat kerja bisa diatasi sementara dengan minum air putih, bergerak, membasuh wajah, atau mengonsumsi kopi secara bijak. Namun, cara menghilangkan ngantuk yang paling mendasar tetaplah memperbaiki kualitas tidur dan menjaga pola hidup sehat. Jika kantuk berlebihan terus terjadi meski sudah cukup tidur, sebaiknya konsultasikan dengan tenaga kesehatan untuk mencari penyebabnya.











