Ia juga menegaskan bahwa kegiatan lintas negara seperti Indonesia Walk for Peace menjadi bagian penting dalam diplomasi budaya dan diplomasi spiritual Indonesia di mata dunia.
Menurutnya, perjalanan damai tersebut tidak hanya bermakna secara religius, tetapi juga menjadi pengingat penting tentang pengendalian diri dan kehidupan yang harmonis.
“Perang yang paling besar itu adalah perang melawan hawa nafsu. Ketika kita sudah memiliki kekuatan mengendalikan hawa nafsu, ketika itu kita akan lahir sebagai insan yang baik. Melalui Walk for Peace ini, kita menunjukkan bahwa dengan perbedaan yang ada, kita tetap sama sebagai hamba Tuhan dan warga negara Indonesia,” tegas Romo Syafi’i.
Sementara itu, Gubernur Bali I Wayan Koster menyambut positif kegiatan tersebut karena dinilai membawa citra damai dari Bali ke tingkat internasional. Ia menyebut kegiatan itu selaras dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali yang menekankan keharmonisan alam dan kehidupan manusia.
“Kegiatan ini tidak semata kegiatan fisik keagamaan yang sakral, tapi juga membawa pesan kedamaian yang dipancarkan dari Bali dan akan melintasi empat provinsi. Titiang (saya) yakin seyakin-yakinnya ini akan menjadi perhatian masyarakat dunia,” ujar I Wayan Koster.















