Sports  

Septian Adi Susanto Taklukkan Bentang Jawa 2026, Pesepeda Kroya Tempuh 1.500 Km dalam 5 Hari

Septian Adi Susanto, pesepeda asal Kroya, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah berhasil menuntaskan tantangan ekstrem Bentang Jawa 2026. Foto: IG/@bentangjawa
banner 120x600

Karena itu, setiap keputusan menjadi bagian penting dalam perlombaan. Peserta harus memperhitungkan kondisi sepeda, cuaca, asupan makanan dan minuman, waktu tidur, hingga kemampuan fisiknya sendiri.

Ketika sepeda mengalami kerusakan, peserta juga harus mampu menangani persoalan tersebut secara mandiri. Tidak ada mekanik atau kru pendamping yang siap datang memberikan bantuan.

Bentang Jawa 2026 menjadi salah satu edisi dengan jumlah peserta terbesar sepanjang penyelenggaraan ajang tersebut.

Sebanyak 200 pesepeda tercatat mengonfirmasi keikutsertaan. Dari jumlah tersebut, 146 peserta berlaga di kategori solo dan 54 peserta mengikuti kategori pair.

Ajang ini juga diikuti 16 pesepeda perempuan yang tersebar di kedua kategori. Sementara itu, 29 peserta berasal dari luar Indonesia dengan latar belakang 13 kewarganegaraan.

Kehadiran peserta internasional dari Asia Tenggara, Eropa hingga Amerika Utara membuat Bentang Jawa semakin mempertemukan komunitas ultra-cycling dari berbagai negara.

Bagi peserta, tantangan bukan semata-mata tentang kecepatan mengayuh sepeda. Kemampuan mempertahankan kondisi tubuh selama berhari-hari justru menjadi bagian penting untuk mencapai garis finis.

Keberhasilan Anto menyelesaikan Bentang Jawa 2026 menjadi pencapaian tersendiri bagi pesepeda asal Kroya tersebut.

Ia harus menempuh perjalanan panjang dari Carita menuju Banyuwangi dengan mengandalkan kemampuan sendiri. Tidak hanya menguji kekuatan fisik, perlombaan tersebut juga menuntut ketahanan mental dan kemampuan mengambil keputusan dalam kondisi lelah.

Bagi seorang pesepeda ultra, setiap kilometer memiliki tantangan berbeda. Kondisi tubuh yang menurun, rasa kantuk, perubahan cuaca maupun persoalan teknis sepeda dapat muncul kapan saja.

Karena itu, keberhasilan mencapai garis finis menjadi bukti kemampuan peserta menjaga konsistensi hingga akhir perlombaan.

Anto pun berhasil melewati seluruh tantangan tersebut dan membawa nama Kroya, Cilacap, dalam salah satu ajang ultra-endurance paling menantang di Pulau Jawa.

Sementara itu, gelar juara kategori Solo Male Bentang Jawa 2026 diraih cyclist ultra nasional Zidan Attala Nouval Hidayat.

Zidan menyelesaikan rute sepanjang 1.500 kilometer dari Pantai Carita, Banten, menuju Taman Blambangan, Banyuwangi, dalam waktu 3 hari, 9 jam, 43 menit.

Ia mencapai garis finis pada Rabu (19/8/2026) pukul 15.13 WIB.

Catatan tersebut menunjukkan betapa ketatnya persaingan di Bentang Jawa 2026. Namun, bagi peserta seperti Anto, mampu menuntaskan perjalanan sejauh 1.500 kilometer dengan medan ekstrem sudah menjadi pencapaian tersendiri.

Bentang Jawa pada akhirnya bukan hanya perlombaan untuk menentukan siapa yang paling cepat. Ajang ini menguji daya tahan, strategi, kemampuan navigasi, manajemen energi, keterampilan teknis dan ketangguhan mental para pesepeda hingga kilometer terakhir.

Related Images:

Follow WhatsApp Channel My Info untuk update berita terkini setiap hari! Follow