Kelas Kompetensi Mandarin ini terdiri atas tiga kelas dengan kapasitas masing-masing 30 mahasiswa. Pembelajaran dilaksanakan dua kali setiap pekan di lingkungan Fakultas Hukum Unsoed.
Pengajaran dilakukan oleh Dr Chen Tao, B.A., M.M., yang merupakan penutur asli bahasa Mandarin dan telah memiliki pengalaman lebih dari 20 tahun dalam pengembangan pengajaran bahasa Mandarin di Indonesia.
Chen Tao juga menjabat sebagai Ketua Pengurus Pusat Bahasa Mandarin Puhua yang didirikan bersama Baoding University, China, dengan dukungan Center for Language Education and Cooperation (CLEC) China.
“Kelas ini tidak hanya berfokus pada kosakata dan struktur bahasa. Peserta juga didorong untuk berani berkomunikasi, disiplin dalam belajar, dan memiliki kepekaan terhadap perbedaan budaya,” kata Chen Tao.
Peserta kelas juga dipersiapkan untuk mengikuti Hanyu Shuiping Kaoshi (HSK), yaitu ujian kemampuan bahasa Mandarin berskala internasional. Sertifikat HSK dapat mendukung kebutuhan mahasiswa dalam melanjutkan studi, memperoleh beasiswa, maupun mengembangkan karier.
Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama FH Unsoed Prof Dr Siti Kunarti mengatakan, program tersebut memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh keterampilan tambahan tanpa mengurangi fokus pada pendidikan hukum.
“Ini adalah kesempatan yang sangat baik bagi mahasiswa jenjang S1 untuk mengikuti kelas yang akan digelar dua kali dalam seminggu di Fakultas Hukum Unsoed. Program ini diberikan tanpa biaya dan diupayakan untuk menghasilkan sumber daya manusia unggul di bidang hukum,” ujar Siti.
Melalui program tersebut, FH Unsoed dan Pusat Bahasa Mandarin Puhua berharap mahasiswa memiliki bekal yang lebih lengkap, tidak hanya dari sisi akademik dan kemampuan hukum, tetapi juga kemampuan komunikasi serta wawasan lintas budaya yang mendukung kesiapan menghadapi dunia profesional.











