News  

PSEL Legok Nangka Groundbreaking, Sampah Bandung Raya Disulap Jadi Listrik 40,79 MW

Proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Legok Nangka resmi dimulai dengan prosesi groundbreaking di kawasan TPPAS Bandung. Foto: Kemen ESDM
banner 120x600

“Groundbreaking hari ini bukan sekadar menandai dimulainya pembangunan sebuah infrastruktur, tetapi juga menjadi simbol komitmen bersama untuk mewujudkan masa depan Indonesia yang lebih bersih, lebih hijau, dan berkelanjutan,” lanjutnya.

Ia berharap PSEL Legok Nangka dapat menjadi model pengembangan proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik di berbagai daerah di Indonesia.

“Dengan kapasitas pembangkit yang signifikan dan dukungan pelaksanaan investasi, proyek ini diharapkan memberikan manfaat nyata melalui pengurangan volume sampah, penyediaan energi bersih, penciptaan lapangan kerja, peningkatan aktivitas ekonomi daerah, pengurangan emisi serta perbaikan kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat,” tuturnya.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyebut keberadaan PSEL Legok Nangka akan membawa dampak besar bagi masyarakat, khususnya dalam mengatasi persoalan sampah di kawasan Bandung Raya.

Menurutnya, fasilitas ini tidak hanya menyelesaikan persoalan limbah perkotaan, tetapi juga menghasilkan pasokan listrik baru sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat.

Proyek waste to energy tersebut memiliki nilai investasi sekitar USD 400 juta atau setara Rp7,2 triliun. Setelah beroperasi, pembangkit ini diproyeksikan menghasilkan listrik sebesar 40,79 MW.

Selama masa konstruksi yang diperkirakan berlangsung selama 41 bulan, proyek ini juga akan menyerap sekitar 1.565 tenaga kerja.

Selain menghasilkan energi, PSEL Legok Nangka diproyeksikan memberikan manfaat lingkungan yang signifikan. Salah satunya adalah mengurangi emisi gas rumah kaca hingga 311.874 ton CO₂ ekuivalen.

Related Images:

Follow WhatsApp Channel My Info untuk update berita terkini setiap hari! Follow