Kerja sama lintas sektor ini diharapkan dapat memperkuat fondasi ekonomi Indonesia sekaligus mendorong transfer teknologi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Menurut Teddy, posisi Rusia dalam geopolitik dunia menjadikan hubungan bilateral ini semakin relevan bagi Indonesia.
“Kita ketahui bahwa posisi Rusia sangat strategis di dunia global, selain sebagai salah satu negara pemegang hak veto PBB dan pendiri BRICS,” ucapnya.
Ia menambahkan, Rusia juga memiliki potensi sumber daya alam yang sangat besar, sehingga berpeluang menjadi mitra penting dalam mendukung pembangunan nasional.
“Rusia merupakan salah satu kekuatan besar dunia yang mempunyai sumber daya alam terbesar di dunia,” lanjutnya.
Pertemuan di Kremlin ini juga mencerminkan semakin intensnya hubungan antara kedua pemimpin dalam setahun terakhir.
“Presiden Prabowo dan Presiden Putin tercatat terakhir kali bertemu pada bulan Desember lalu di Moskow dan sudah lima kali bertemu di berbagai kesempatan dalam satu tahun terakhir,” pungkas Seskab Teddy.













