News  

Pemkab Banjarnegara Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Selama 14 Hari Pasca Longsor Pandanarum

Pemkab Banjarnegara Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Selama 14 Hari Pasca Longsor Pandanarum. Foto: Pemkab Banjarnegara

“Jumlah pengungsi diperkirakan masih terus bertambah karena tanah di lokasi kejadian masih terus bergerak,” ujar Raib.

Bupati Amalia Desiana menegaskan bahwa penyelamatan warga menjadi prioritas utama pemerintah daerah. Ia menyampaikan bahwa sejumlah warga masih terjebak di area hutan saat kejadian longsor dan kini dalam proses evakuasi.

“Saat ini pertama kita utamakan penyelamatan korban dulu. Ada beberapa warga yang masih terjebak di hutan. Kita lakukan evakuasi,” kata Amalia saat meninjau langsung lokasi longsor dan tempat pengungsian.

Ia menambahkan bahwa 660 warga yang mengungsi ditempatkan di tiga titik berbeda untuk memastikan penanganan lebih efektif, mengingat jumlah pengungsi terus meningkat.

“Dari data yang terkumpul pada pukul 20.30 WIB, ada 660 jiwa yang mengungsi. Lokasinya dibagi di tiga titik karena jumlahnya terus bertambah,” ujarnya.

Hingga Minggu malam, BPBD belum menerima laporan adanya korban jiwa. Sementara itu, data korban luka masih terus diperbarui.

“Untuk korban jiwa sampai pukul 20.30 WIB nihil. Untuk luka-luka masih dilakukan pendataan. Untuk jumlah rumah, data sementara ada 30 rumah,” jelas Amalia.

Pemkab Banjarnegara memastikan bahwa seluruh instansi terkait terus bekerja untuk memantau kondisi tanah, mengevakuasi warga, dan memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi.

Related Images:

Follow WhatsApp Channel My Info untuk update berita terkini setiap hari! Follow