Sementara itu, Kabupaten Banyuwangi menerima sekitar 529 ribu wisatawan domestik dan 73 ribu wisatawan mancanegara selama periode yang sama.
Melihat tren tersebut, Menpar menilai peningkatan kualitas destinasi harus terus dilakukan agar pertumbuhan kunjungan diikuti dengan pengalaman wisata yang semakin baik.
Peningkatan amenitas, kebersihan, keamanan, pengelolaan sampah, kualitas sumber daya manusia, hingga penguatan storytelling destinasi menjadi sejumlah aspek yang harus mendapat perhatian.
“Pengalaman wisata yang berkualitas akan menjadi kunci untuk meningkatkan daya saing destinasi sekaligus memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat,” kata Menpar.
Selain meninjau Geopark Ijen, Menpar juga mengecek kesiapan kawasan Pantai Marina Boom Banyuwangi sebagai bagian dari pengembangan konektivitas destinasi wisata 4B (Banyuwangi–Bali Barat–Bali Utara–Bali Timur).
Program tersebut merupakan tindak lanjut hasil Rapat Koordinasi Tingkat Menteri mengenai pengembangan kawasan Bali yang digelar pada 20 Juli 2026.
Kementerian Pariwisata kini tengah memperbarui pola perjalanan wisata dari konsep 3B menjadi 4B dengan memasukkan kawasan Bali Timur sebagai destinasi baru.
Rute wisata itu dirancang dimulai dari Banyuwangi menuju Pelabuhan Gilimanuk, kemudian berlanjut ke KBS Park Jembrana, kawasan Pemuteran dan Lovina di Bali Utara, Desa Wisata Les, hingga kawasan wisata selam Tulamben dan Amed di Bali Timur.
Dalam rangkaian kunjungannya, Menpar juga menyambangi Desa Wisata Osing Kemiren, yang sebelumnya meraih penghargaan Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2024 dan masuk dalam UN Tourism Best Tourism Villages Upgrade Programme 2025.
Menurut Menpar, capaian tersebut menjadi modal penting bagi Desa Kemiren untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan, inovasi, digitalisasi, serta keberlanjutan agar mampu bersaing di tingkat internasional.
“Atas capaian ini, saya mengucapkan selamat kepada seluruh masyarakat Desa Adat Osing Kemiren. Prestasi ini adalah milik bersama dan menjadi kebanggaan tidak hanya bagi Banyuwangi maupun Jawa Timur, tetapi juga bagi Indonesia,” ucap Menpar.
Ia menilai Desa Kemiren telah menunjukkan bahwa pelestarian budaya dapat berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan desa wisata.
Karena itu, Menpar mendorong masyarakat terus menjaga keaslian budaya Osing, memperkuat pelaku UMKM lokal, meningkatkan kualitas layanan wisata, serta memanfaatkan teknologi digital agar desa wisata tersebut semakin dikenal dunia.
“Saya berharap masyarakat Desa Kemiren terus menjaga keaslian budaya Osing, meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat UMKM lokal, serta memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas promosi desa wisata sehingga semakin dikenal di tingkat dunia,” kata Menpar.















