Boneka Uji Tabrak Perempuan Generasi Baru Mulai Digunakan
Kesadaran terhadap pentingnya perlindungan yang lebih setara mulai mendapat perhatian dari regulator keselamatan kendaraan.
Pada 2025, Pemerintah Amerika Serikat memperkenalkan boneka uji tabrak perempuan generasi terbaru bernama THOR-05F.
Model ini dirancang menggunakan struktur anatomi perempuan yang lebih realistis dan dilengkapi sensor modern untuk merekam respons tubuh secara lebih rinci saat terjadi benturan.
Kehadiran teknologi tersebut diharapkan mampu menghasilkan data keselamatan yang lebih akurat sehingga dapat digunakan sebagai dasar pengembangan kendaraan yang lebih aman bagi seluruh pengguna jalan.
Posisi Duduk Juga Berpengaruh pada Keselamatan Berkendara
Selain faktor anatomi, penelitian juga menemukan bahwa posisi duduk di dalam kendaraan berpengaruh besar terhadap tingkat perlindungan saat kecelakaan.
Penumpang yang duduk di kursi depan umumnya memiliki kecenderungan untuk bersandar lebih santai atau memundurkan kursi lebih jauh dibandingkan pengemudi.
Posisi duduk seperti ini dapat mengurangi efektivitas kerja sabuk pengaman maupun kantong udara ketika terjadi benturan keras.
Risiko tersebut dinilai lebih sering dialami perempuan karena mereka lebih banyak menempati posisi penumpang depan dibandingkan laki-laki.
Kondisi ini semakin memperkuat pentingnya pengembangan teknologi keselamatan yang mampu beradaptasi dengan karakteristik masing-masing pengguna kendaraan.
Industri Otomotif Kembangkan Teknologi Keselamatan Adaptif
Menanggapi berbagai temuan tersebut, sejumlah perusahaan di industri otomotif mulai mengembangkan sistem keselamatan yang lebih personal dan adaptif.
Salah satunya dilakukan Volvo melalui model EX60 yang dibekali teknologi sabuk pengaman multi-adaptif.
Sistem ini mampu mendeteksi berbagai faktor secara real time, mulai dari ukuran tubuh, postur, posisi duduk, hingga tingkat keparahan benturan yang terjadi.
Informasi tersebut kemudian digunakan untuk menyesuaikan tingkat pengencangan sabuk pengaman secara otomatis sehingga perlindungan yang diberikan lebih optimal.
Teknologi ini dinilai sebagai langkah maju dalam dunia keselamatan berkendara, karena mampu memberikan perlindungan yang lebih sesuai dengan kondisi fisik masing-masing penumpang.
Seiring berkembangnya teknologi dan meningkatnya kesadaran terhadap kebutuhan perlindungan yang setara, para ahli berharap standar keselamatan kendaraan di masa depan dapat semakin inklusif. Dengan demikian, baik laki-laki maupun perempuan memperoleh tingkat perlindungan yang sama ketika menghadapi risiko kecelakaan di jalan raya.















