News  

Menanam Kopi di Pesisir Segara Anakan, Patrapala Ikhtiarkan Konservasi dari Dataran Rendah

Di kawasan konservasi tersebut, rombongan menanam 100 bibit kopi jenis Liberica sebagai bagian dari upaya pelestarian lingkungan. Foto: Istimewa
banner 120x600

Area Manager Communication, Relations & CSR Kilang Cilacap, Agustiawan, mengatakan pihaknya mendukung kegiatan yang menggabungkan aspek konservasi, edukasi, penelitian, dan kolaborasi antarlembaga.

“Arboretum Kolak Sekancil tidak hanya penting sebagai kawasan konservasi, tetapi juga dapat menjadi ruang untuk mengembangkan berbagai inovasi berbasis lingkungan,” ujarnya.

Dia menambahkan, keterlibatan berbagai unsur dalam kegiatan konservasi menjadi salah satu modal penting agar upaya menjaga lingkungan dapat dilakukan secara berkelanjutan.

Di tengah ekosistem mangrove, kawasan berlumpur, dan perairan payau Segara Anakan, sebanyak 100 bibit kopi Liberica kini mulai ditanam. Bibit-bibit tersebut diharapkan tidak hanya tumbuh sebagai tanaman, tetapi juga menjadi bagian dari eksperimen untuk melihat peluang pengembangan komoditas di wilayah dataran rendah.

Bagi Patrapala, konservasi tidak berhenti pada kegiatan menanam pohon. Ada proses belajar, penelitian, dan membangun kolaborasi agar lingkungan tetap terjaga sekaligus membuka kemungkinan pemanfaatan yang berkelanjutan.

Dari kawasan pesisir Segara Anakan, ikhtiar itu dimulai dari hal sederhana yaitu datang, menanam, dan merawat. Sebab, menjaga lingkungan bukan semata tentang manfaat yang dapat diperoleh hari ini, melainkan memastikan ada sesuatu yang tetap tumbuh dan dapat dinikmati generasi mendatang.

Related Images:

Follow WhatsApp Channel My Info untuk update berita terkini setiap hari! Follow