Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di koordinat 7°41’36.4″S 109°03’59.1″E atau sekitar 1,6 kilometer ke arah barat dari lokasi awal kejadian.
Setelah menerima laporan penemuan tersebut, Tim SAR Gabungan segera menuju lokasi untuk melakukan evakuasi. Jenazah kemudian dibawa ke rumah duka dan diserahkan kepada pihak keluarga.
Dengan ditemukannya Adiansyah, seluruh korban dalam tragedi laut tersebut telah ditemukan, dengan rincian empat orang selamat dan dua korban meninggal dunia.
“Dengan ditemukannya korban terakhir, maka seluruh korban telah berhasil ditemukan. Operasi SAR diusulkan ditutup dan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke kesatuannya masing-masing. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh unsur SAR gabungan, nelayan, relawan, dan masyarakat yang telah membantu selama operasi berlangsung,” ujar Fajar Wajdi Koordinator Tim SAR Gabungan.
Operasi pencarian melibatkan berbagai unsur, mulai dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Cilacap, Polairud Cilacap, Polsek Kesugihan, Koramil Kesugihan, LANAL Cilacap, SAR Arnavat, Bagana Cilacap, Tim Aksi Cepat (TAC) Cilacap, SAR MTA, BAZNAS, hingga relawan, warga, dan nelayan setempat.
Selama proses pencarian berlangsung, kondisi cuaca di lokasi dilaporkan relatif bersahabat dengan langit berawan sehingga mendukung jalannya operasi.
Berakhirnya pencarian ini sekaligus menutup seluruh rangkaian operasi SAR terhadap insiden terseret ombak yang menimpa enam remaja di Pantai Menganti Kisik. Tragedi tersebut kembali menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan wisatawan saat beraktivitas di kawasan pantai, terutama ketika kondisi gelombang laut sedang tidak menentu.















