“Armada dicek semua, mulai kampas rem, oli, dan lain-lain. Driver juga sudah cek kesehatan dan tes narkoba, jadi semuanya siap,” kata Ginanjar.
Baginya, kesempatan membantu masyarakat kembali ke kampung halaman memberikan kepuasan tersendiri.
“Senang bisa ikut membantu masyarakat mudik. Rasanya ikut senang juga melihat mereka bisa pulang ke kampung halaman,” tuturnya.
Pelaksana Tugas Kepala Badan Penghubung Provinsi Jawa Tengah, Risturino, menjelaskan bahwa program Mudik Lebaran Gratis merupakan bentuk kepedulian Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Paguyuban Jawa Tengah serta sejumlah mitra.
Pada tahun 2026, program ini menyediakan dua moda transportasi darat, yakni bus dan kereta api.
Khusus untuk bus, pemerintah menyiapkan 325 unit armada dengan kapasitas sekitar 16.186 penumpang yang akan diberangkatkan menuju 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah.
Selain itu, terdapat 23 bus tambahan yang diberangkatkan dari Lanud Sastranegara.
Para pemudik dijadwalkan berangkat pada Senin (16/3/2026) dari area parkir Museum Purna Bhakti Pertiwi di TMII serta Masjid At-Tin.
Keberangkatan para pemudik tersebut rencananya akan dilepas langsung oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi.













