Dari sisi operasional, perusahaan terus memperkuat efisiensi produksi dan penggunaan energi, termasuk meningkatkan pemanfaatan bahan bakar alternatif sebagai bagian dari komitmen terhadap keberlanjutan. Upaya ini membuahkan hasil dengan diraihnya sertifikat Green Label predikat Platinum untuk pabrik di Lhoknga (Aceh), Narogong (Jawa Barat), dan Cilacap (Jawa Tengah), serta predikat Gold untuk pabrik Tuban (Jawa Timur).
Ke depan, perusahaan optimistis tren pertumbuhan dapat berlanjut. Asosiasi industri semen memproyeksikan penjualan domestik pada 2026 tumbuh sekitar 1–2 persen. Momentum ini akan dimanfaatkan dengan memperkuat strategi pemasaran dan meningkatkan efisiensi operasional.
Selain itu, perusahaan juga menyiapkan ekspansi pasar melalui ekspor dari fasilitas produksi dan dermaga di Tuban, Jawa Timur. Dengan rampungnya pengembangan infrastruktur tersebut, ekspor ke pasar Amerika Serikat segera direalisasikan, sekaligus membuka peluang pasar baru di luar domestik.
Langkah ini diyakini dapat meningkatkan utilisasi pabrik dan menciptakan sumber pendapatan yang lebih stabil, sekaligus memperkuat daya saing global perusahaan.
“Ini merupakan langkah progresif untuk memperluas pasar, meningkatkan utilitas, dan mendorong pertumbuhan berkelanjutan,” kata Rizki.
Pada 2026, perusahaan juga terlibat dalam sejumlah proyek strategis nasional, di antaranya perbaikan Jalan Tol Pejagan–Pemalang dengan teknologi beton fast track yang mempercepat pengerjaan hingga tiga hari. Selain itu, perseroan turut ambil bagian dalam pembangunan pabrik perakitan kendaraan listrik terbesar di Asia Tenggara di Subang, Jawa Barat, sebagai bagian dari penguatan sektor manufaktur regional.















