Ia menambahkan, kilang Cilacap memiliki kapasitas produksi yang cukup besar untuk memenuhi kebutuhan energi nasional.
“Ya sampai sejauh ini kapasitas kilang kami memang tercatat sebesar 348 ribu barel per hari yang bisa kami produksi, dan tentu saja harapannya ini mampu mencukupi kebutuhan BBM khususnya untuk di wilayah Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara. Tentu saja dengan kapasitas sebesar itu kami mampu untuk menutupi kebutuhan kurang lebih 33% dari kebutuhan BBM secara nasional,” jelasnya.
Meski berbagai dinamika global terus berkembang, Pertamina menyebut kondisi tersebut belum berdampak langsung terhadap operasional kilang di Cilacap.
“Sejauh ini memang apa yang terjadi secara global belum berpengaruh secara signifikan kepada kilang kami, Kilang RU IV Cilacap masih beroperasi secara normal dengan kapasitas maksimal. Tapi tentu saja ke depan kita akan lihat apakah kemudian supply dari kebutuhan minyak mentah atau crude yang biasa ini memang kita impor itu akan terpengaruh, kalau itu memang terpengaruh mungkin pasti akan setidaknya juga berpengaruh kepada kapasitas kilang kita,” ujarnya
Pertamina juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan. Pasokan energi dipastikan masih mencukupi untuk kebutuhan masyarakat.
“Ya, saat ini kami bisa pastikan bahwa stok BBM kita sangat aman untuk masyarakat dan masyarakat tidak perlu panik buying, tidak perlu panik dengan kondisi yang ada di global, kami bisa pastikan kondisi stok BBM kita masih cukup aman untuk masyarakat,” ujarnya
Saat ditanya mengenai ketahanan stok BBM ke depan, Agustiawan memastikan ketersediaan bahan bakar masih aman dalam waktu dekat.
“Ya sampai sejauh ini kami bisa pastikan sampai kurang lebih satu bulan ke depan ini stok BBM kita masih cukup aman buat masyarakat dan harapannya juga tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan ya secara global sehingga supply energi ke masyarakat tidak akan terganggu,” pungkasnya.













